Pegawai Honorer Murni R4 Disdik Kota Bekasi Tak Masuk Sistem BKN, Nasib Masih Menggantung

- Redaksi

Kamis, 9 Oktober 2025 - 07:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Sejumlah pegawai Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengikuti apel pagi di halaman kantor Disdik Kota Bekasi. Para pegawai honorer R4 kini tengah menanti kejelasan status kepegawaian mereka yang belum terdaftar dalam sistem BKN.

i

Sejumlah pegawai Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengikuti apel pagi di halaman kantor Disdik Kota Bekasi. Para pegawai honorer R4 kini tengah menanti kejelasan status kepegawaian mereka yang belum terdaftar dalam sistem BKN.

Bekasi – Perjuangan panjang para pegawai Honorer Murni R4 di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi kembali menjadi sorotan. Setelah sekian lama menanti kepastian status kepegawaian, nasib mereka kini terhenti di kalimat klasik: “Diperjuangkan, tapi tak ada anggaran.”

Audiensi antara perwakilan pegawai honorer dan jajaran Disdik Kota Bekasi telah digelar pada Senin (6/10/2025). Namun, hasilnya belum memberikan kepastian. Para honorer hanya mendapat janji bahwa Disdik akan mengupayakan agar mereka bisa ikut tes PPPK, asalkan memenuhi regulasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Katanya, yang masuk regulasi hanya yang terdata di BKN,” ujar salah satu pegawai honorer R4 Disdik Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi sebenarnya telah mengajukan 3.487 formasi PPPK paruh waktu untuk dilantik. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan bahwa proses pelantikan masih menunggu keputusan dari BKN.

“Untuk pelantikan PPPK paruh waktu masih dalam proses. Tergantung BKN, kalau sudah ada perintah bisa kita lantik,” ujar Tri.

Namun, kenyataan berbeda justru dialami jajaran Disdik Kota Bekasi. Sekitar 301 pegawai Honorer Murni R4 harus menelan kekecewaan karena tak kunjung mendapatkan kepastian, padahal mereka sudah mengikuti seluruh tahapan administrasi, termasuk pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH).

“Harusnya kami bisa dilantik bersamaan dengan PPPK dari OPD lain. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” keluh salah satu pegawai honorer.

Keterlambatan pelantikan disebut-sebut akibat keterbatasan anggaran, meski seluruh proses administrasi telah diselesaikan. Para pegawai bahkan tak dapat mengakses sistem Monitor Layanan (Mola) BKN, sehingga status mereka seolah terhenti di tengah jalan.

Baca Juga :  PT Sinergi Patriot Bekasi Sosialisasikan Jargas di RW 37 Rawalumbu, Ajukan 20.000 SR

Forum Honorer Murni R4 Disdik Kota Bekasi kini meminta perhatian serius dari Ketua DPRD Kota Bekasi dan Komisi I DPRD untuk segera memfasilitasi audiensi lanjutan, membahas kejelasan status ratusan pegawai honorer yang belum diangkat.

Baca Juga :  NasDem Run for Change 2026 Targetkan 10 Ribu Pelari di Karawang

Mereka berharap, perjuangan panjang yang telah ditempuh sejak bertahun-tahun dapat berakhir dengan hasil yang pasti dan adil. (*)

Baca Juga :  DFSK Resmi Luncurkan Logo dan Slogan Global “Drives for Better” di Indonesia, Tegaskan Komitmen Jangka Panjang

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JTT Alihkan Truk Lowbed di SS Cikunir hingga 19 Oktober, Ini Jalur Alternatifnya
Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan
Belum Masuk 7 Besar, Remaja Cikarang Ini Justru Raih Penghargaan Berbakat
Pemkab Bekasi Diberi Tenggat 7 Hari, Wartawan Desak Kejelasan Pemeriksaan Kadis LH
Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog
Parlemen Bayangan Kritik Survei CELIOS, Nilai Zulhas Tak Layak Masuk Menteri Terburuk
SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR
Syahrir DPRD Jabar Bekali Siswa SMAN 1 Tambun Selatan Ilmu Kepemimpinan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:55 WIB

JTT Alihkan Truk Lowbed di SS Cikunir hingga 19 Oktober, Ini Jalur Alternatifnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Belum Masuk 7 Besar, Remaja Cikarang Ini Justru Raih Penghargaan Berbakat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Pemkab Bekasi Diberi Tenggat 7 Hari, Wartawan Desak Kejelasan Pemeriksaan Kadis LH

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog

Berita Terbaru

Teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) dan Super AI Cockpit yang dikembangkan OMODA & JAECOO untuk menghadirkan pengalaman parkir otomatis dan interaksi cerdas antara kendaraan dan pengguna. Kedua teknologi tersebut akan diuji dalam ajang International User Summit di China pada 19–21 Oktober 2026.

Otomotif

OMODA & JAECOO Uji Teknologi Parkir Otomatis dan AI di China

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:43 WIB

Keterangan foto: Ilustrasi tindak pidana korupsi yang berdampak terhadap kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Jakarta

Prof Romli Nilai Korupsi Rugikan Hak Sosial Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:02 WIB

Kondisi bangunan Rumah Sakit Watunggong di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang akan didukung pembangunannya melalui bantuan kemanusiaan Rp2,1 miliar dari masyarakat Kota Bekasi.

Nasional

Warga Bekasi Galang Rp2,1 Miliar, Bangun Rumah Sakit di NTT

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:37 WIB