Bekasi – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang tinggal hitungan hari, Pemerintah Kabupaten Bekasi tak tinggal diam. Melalui Dinas Pertanian, sebanyak 36 petugas medis dan paramedis diterjunkan ke 23 kecamatan untuk memantau langsung kesehatan hewan kurban di lapak-lapak penjualan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Bekasi dalam memastikan hewan yang dikurbankan bukan hanya sehat, tapi juga sesuai dengan syariat Islam.
“Tim sudah bergerak sejak tiga minggu terakhir. Kami lakukan pemeriksaan ante-mortem atau sebelum penyembelihan, dan akan terus lanjut sampai pasca-Idul Adha untuk pemeriksaan post-mortem,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan & Kesmavet), drh. Dwian Wahyudiharto, Selasa (3/6/2025).
Pemeriksaan menyasar kondisi umum hewan, termasuk deteksi penyakit seperti cacing hati, diare, hingga antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih menjadi perhatian tahun ini.
“Jika ditemukan hewan kurang sehat, tim kami langsung memberi pengobatan. Kami ingin masyarakat tenang, hewan yang dikurbankan aman dikonsumsi dan sesuai syariat,” tambah Dwian.
Selain pengawasan lapangan, Dinas Pertanian juga aktif melakukan edukasi. Penyuluhan langsung digelar di lapak-lapak, lengkap dengan spanduk berisi panduan memilih hewan kurban yang sehat dan sesuai kriteria.
“Kalau masyarakat ragu, silakan konsultasi dengan petugas kami atau ikuti panduan yang sudah kami sediakan,” katanya.
Sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat, tahun ini Pemkab Bekasi juga menerima satu ekor sapi kurban bantuan dari Presiden RI. Hewan tersebut rencananya akan disembelih di salah satu masjid dekat kediaman Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, di Cikarang Selatan.
“Kami berharap pelaksanaan kurban tahun ini berjalan lancar, penuh berkah, dan masyarakat makin cerdas dalam memilih hewan kurban,” tutup Dwian. (*)










