Bekasi – Sebanyak 38 Kepala Keluarga di Perumahan Bintang Sriamur Residence di Kecamatan Tambun Utara mendesak pengembang untuk segera membangun jembatan baru.Jembatan satu-satunya kini harus dibongkar akibat kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat soal normalisasi sungai.
“Warga berharap ada solusi terbaik untuk kepentingan warga, jangan sampai warga saya tidak memiliki akses jalan. Nantinya ekonomi akan terganggu gara-gara ga bisa bekerja,” ujar Ketua RT 008/003.
Sementara, Andri Jana, selaku developer pemilik lahan Perumahan Bintang Sriamur Residence mengatakan dirinya mengaku tidak mengetahui awal mula ceritanya soal jembatan yang berdekatan dengan Perumahan Bintang Sriamur Residence.
“Saya tidak tahu awalnya bagaimana ceritanya. Taunya sudah jadi, kebetulan itu satu hamparan dengan perumahan Citra. Karena dulu tanahnya jadi satu seluas 2,1 hektare,” jelasnya saat dikonfirmasi awak media, Senin (21/4/2025).
“Kita luruskan dahulu, di dalam aturan KPR, kita diwajibkan hanya pertama membangun unit listrik, air, jalan, rumah. Tidak ada yang namanya jembatan. Itu awalnya sudah ada. Jadi itu bukan jembatan, itu ada akses jalan warga,” sambungnya.
Kendati begitu, Kepala Bidang Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, Aan Heryadi menjelaskan dirinya sudah melakukan musyawarah bersama warga, developer, dan juga Kepala Desa Sriamur di Kantor Kepala Desa, Sriamur, Kecamatan Tambun Utara.”Kami dari Dinas SDA Provinsi Jawa Barat sudah bertemu dengan warga, Kepala Desa, dan beberapa pengembang atau developer.
Sekitar 10 jembatan kalau tidak salah yang masih belum kami bongkar sampai hari ini. Sudah kami jadwalkan akan dibongkar, harapan kami di Minggu ini semuanya selesai,” terangnya.
Usai selesai rapat bersama pihak terkait, Dinas Sumber Daya Air (SDA) mengatakan akan dibahas kembali bersama Kepala Dinas dan juga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Nah, tadi kami sepakat untuk membawa bagaimana keputusan untuk pembongkaran jembatan ini. Nanti akan kami bawa ke atas ya ke Kepala Dinas dan juga Gubernur Jawa Barat bagaimana untuk solusinya,” tambahnya.
Dalam pantauan, jembatan yang berada di Perumahan Bintang Sriamur Residence masih ditunda.”Tadi saya tanya ke pak Nur selalu korlap, kelihatannya akan ditunda, mungkin besok pagi. Kami juga mau mencoba komunikasi dengan PU Bekasi karena akses kami agak terlambat, melihat ada pembangunan pemancangan simpail di saluran, macetnya juga luar biasa,” tutupnya. (*)










