Jangan Khawatir Teknologi Hybird Masih di Unggulkan

- Redaksi

Rabu, 4 Desember 2019 - 16:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Penulis: Yoga Perwira Ari Nugraha salah satu mahasiswa President University.

i

Penulis: Yoga Perwira Ari Nugraha salah satu mahasiswa President University.

RJN, Otomotif – Kendaraan hybrid bukan hal yang baru di industri otomotif tanah air. Brand yang pertama kali memperkenalkan teknologi hybrid di dunia yakni Toyota, dan membawa teknologi ini ke Indonesia pada 2009.

Dalam perkembangannya teknologi hybrid masih kurang populer di Indonesia dibandingkan mobil konvensional pada umumnya. Teknologi hybrid dianggap masih belum umum, dan dianggap teknologi tinggi pada kendaraan.

Penulis: Yoga Perwira Ari Nugraha salah satu mahasiswa President University.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara umum konsumen Indonesia rata-rata membutuhkan efisiensi bahan bakar, performa dalam berkendara, ramah lingkungan, dan perawatan yang mudah serta terjangkau.

Banyak yang merasa khawatir teknologi hybrid kurang kuat dan minim dalam pengalaman. Padahal, semua ini bisa didapatkan dari teknologi hybrid, ” ujarnya Yoga Perwira Ari Nugraha salah satu mahasiswa President University.

Baca Juga :  Puluhan Motor N-Max Padati Saung Desa

Pertama dari efisiensi bahan bakar, berbeda dengan mobil combustion engine, teknologi hybrid memiliki dua sumber penggerak. Pada umumnya mesin konvensional dan motor listrik, dianggap lebih masuk akal untuk situasi Indonesia pada saat ini.

Jika mobil biasa kehabisan bahan bakar, maka yang harus dilakukan adalah mencari SPBU terdekat untuk melakukan pengisian. Pada kendaraan hybrid memiliki jarak tempuh yang tidak terbatas dan tidak diperlukan charging listrik ke baterai, seperti mobil listrik.

Pada sistem kerja mobil hybrid, jika salah satu sumber penggerak bermasalah, misalnya kekurangan sumber energi, maka sumber penggerak lainnya bisa diandalkan agar mobil tetap sanggup digunakan. Selain itu, jika dikombinasikan dengan mesin, maka efisiensinya bisa mencapai 70%.

Adanya dua sumber penggerak ini membuat sistem kerja kendaraan hybrid bisa lebih irit bahan bakar ketimbang mobil konvensional. Artinya emisi gas buang pada kendaraan hybrid pun bisa menjadi lebih rendah dibandingkan mobil konvensional.

Baca Juga :  Banjir Promosi Di Gakindo Auto Week 2023

Kedua, performa dalam berkendara, dalam pengalaman berkendara mobil hybrid tidak perlu diragukan. Akselerasi pada mobil hybrid untuk 0-50 kilometer per jam sekitar 4,12 detik, dan pada 30-60 km per jam akselerasi kendaraan yakni 3,78 detik, jauh lebih cepat dibandingkan kendaraan konvensional.

Ketiga, kenyamanan. Pada mobil hybrid lebih dari 50% kondisi mengemudi didukung oleh baterai. Pada kondisi jalan kota hal ini membuat mesin lebih sunyi, dibandingkan dengan mobil konvensional.

Keempat, berdampak positif pada lingkungan. Teknologi hybrid juga membuat emisi buang dari kendaraan lebih rendah 60% dibandingkan combustion engine. Emisi kendaraan konvensional biasanya mencapai 140-150 gram karbon dioksida (CO2) per kilometer (km), sementara pada kendaraan hybrid hanya 92-95 gram CO2 per km.

Selain kekhawatiran pada performa, konsumen juga mengkhawatirkan perawatan mobil hybrid yang dikira mahal, kesiapan aftersales, dan kemampuan baterai.

Baca Juga :  Volume Lalin, Tiga Ruas Tol Regional Nusantara Catat Peningkatan 

Meski performa teknologi hybrid unggul dibandingkan mobil konvensional, namun perawatannya semudah mobil pada umumnya. Konsumen bisa melakukan perawatan rutin ke bengkel-bengkel resmi terdekat.

Untuk kendaraan hybrid keluaran Toyota misalnya, pemilik mobil hybrid bisa mendapatkan kemudahan fasilitas di bengkel resmi Toyota di seluruh Indonesia. Spareparts yang terjamin keasliannya, teknisi tersertifikasi, garansi yang diberikan 3 tahun untuk kendaraan atau 100 ribu km, dan 5 tahun atau 150 ribu km untuk baterai. Artinya usia kendaraan dan baterai bisa dipakai lebih dari waktu garansi tersebut.

Satu hal yang menjadi keunggulan mobil hybrid yang kadang dilupakan, Ini adalah cara sederhana yang bisa dilakukan setiap orang untuk mengurangi polusi.

Penulis: Yoga Perwira Ari Nugraha salah satu mahasiswa President University.

 

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RS Annisa Cikarang dan Keluarga Pasien Sepakat Berdamai, Ini Penjelasan Manajemen
Emina dan Zuri Express Lippo Cikarang Gelar Beauty Class, Ada Voucher Rp100 Ribu
Dugaan Hina Wartawan dan Institusi Pers, Kadis LH Bekasi Berurusan dengan Polisi
MARAKA Kenalkan Sustainability dan Budaya kepada Siswa SMPN 4 Cibitung
BRIN Siapkan Mesin Air 10 Ribu Liter per Hari untuk Sekolah Rakyat
Kepala DLH Kabupaten Bekasi Bantah Tudingan Usir dan Hina Wartawan
Syafiqa Dzikria Nafasya Raih Penghargaan Anugerah Anak Indonesia Awards 2026
Pemkot Bekasi Bongkar 88 Bangunan Liar di Lahan PJT II
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:45 WIB

RS Annisa Cikarang dan Keluarga Pasien Sepakat Berdamai, Ini Penjelasan Manajemen

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Emina dan Zuri Express Lippo Cikarang Gelar Beauty Class, Ada Voucher Rp100 Ribu

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:00 WIB

MARAKA Kenalkan Sustainability dan Budaya kepada Siswa SMPN 4 Cibitung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:13 WIB

BRIN Siapkan Mesin Air 10 Ribu Liter per Hari untuk Sekolah Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Kepala DLH Kabupaten Bekasi Bantah Tudingan Usir dan Hina Wartawan

Berita Terbaru

Petugas gabungan memeriksa lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba dalam operasi di Jakarta Barat.

Jakarta

Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 05:57 WIB