RakyatJabarNews.com, Bekasi – Untuk memperkenalkan Desa Lambang Jaya ke tingkat nasional. Pemerintah Desa Lambang Jaya membuat video dokumenter yang berdurasi hingga 20 menit.
Video dokumenter tersebut menceritakan Desa Lambang Jaya sebagai desa dengan jumlah penduduk terkecil di Tambun Selatan mempunyai keberagaman.
Salah satunya adalah kehadiran perumahan mewah Grand Wisata yang berada di desa. Meski demikian Desa Lambang Jaya mampu menunjukan kebersamaan dalam suata perbedaaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Lambang Jaya, Kimblan Sahroni menjelaskan bersedianya desanya dibuat video dokumenter untuk dipersembahkan untuk masyarakat.
“Video dokumenter ini berbentuk profil desa. Nanti ini bisa dinikmati oleh seluruh warga desa dan juga memperkenalkan desa Lambang Jaya ke luar daerah. Nanti tamu tamu yang datang juga akan kita putar video ini,” kata Kimblan.
Dalam video itu berdasarkan pantauan, bagaimana cerita Kepala Desa mencoba untuk memajukan sumber daya manusianya agar tidak tertinggal di tengah kemajuan kota.
Selain itu juga mengangkat potensi wisata Situ Ciberem yang belum dikelola baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi. Video dokumenter ini digarap oleh salah satu rumah produksi yang sudah berpengalaman yaitu Ada Production.
Editor Ada Production, Aziz mengatakan ia bersama tim tertarik untuk mengambil video dokumenter, “Saya lihat Desa Lambang Jaya ini warganya sangat tentram dan damai. Kebudayaan lokal masih ada didesa ini meski ditengah laju pesatnya kemajuan kota,” katanya.
Selain itu kata Aziz, Desa Lambang Jaya semakin menarik karena adanya potensi wisata yang terpendam, “Kita ambil suasana Situ Ciberem dari atas. Disitu terlihat begitu indahnya Situ Ciberem namun sayangnya belum ada perhatian serius dari pemerintah daerah,” katanya.
Padahal kata Aziz jika Pemerintah Daerah punya keberanian untuk mengelola Situ Ciberem itu dapat mengangkat ekonomi masyarakat desa.
“Info Situ Ciberem punya pengairan. Itu ga masalah jika pemerintah mau serius mengelola itu. Tentu membutuhkan energi karena harus lintas sektoral,” katanya.
Aziz mengatakan untuk membuat video dokumenter itu membutuhkan waktu sekitar empat hari mengambil kebutuhan gambar.
“Semangat Kepala Desa membangun desanya. Menjadikan pacu kami untuk memberikan hasil karya terbaik,” katanya.
Video dokumenter ini rencana akan digelar nonton bareng oleh Pemerintah Desa. Video ini sudah disebar di youtube dan mendapatkan respon positif. “Dalam satu hari sudah hampir seribu penonton. Ini sangat baik ya,” katanya.
Aziz mengatakan di era teknologi seperti ini. Video ini akan menjadi penting, “Mungkin sekarang belum. Nanti 10-20 tahun lagi jika ditonton akan menjadi napak tilas bagi warga. Melihat perbedaan dan kemajuan desa,” katanya.(Yto/RJN)
Follow Instagram Ada Production di @adaproductionofficial









