2021 Penduduk Kota Bekasi 95 Persen jadi Peserta JKN

  • Whatsapp

RJN, Bekasi – Kepala Cabang BPJS Kesehatan kota Bekasi, Mega Yudha Ratna Putra menyatakan BPJS Kesehatan kota Bekasi berharap penduduk di kota Bekasi agar segera mendaftarkan diri untuk menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal itu ia katakan usai mengikuti kegiatan Media Workshop lewat Webinar bersama awak media di hotel Harris, Summarecon, kota Bekasi, Jum’at, (23/10/2020)

“Kegiatan ini tentunya merupakan bentuk apresiasi kepada media terkait dengan pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional dan kontribusi media dalam upaya mensukseskan program JKN, oleh karena dari Bekasi harapannya kita bisa bersama sama mendorong agar program JKN ini bisa berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang ada,” ujarnya kepada awak media.

Program JKN ini ending-nya adalah agar seluruh penduduk Indonesia mempunyai jaminan kesehatan atau universal at coverage artinya bahwa paling tidak 95 persen penduduk kota Bekasi menjadi peserta JKN. “Oleh karenanya kita harus bersama-sama, perusahaan harus patuh mendaftarkan karyawannya menjadi peserta program, kemudian juga masyarakat mampu harus mendaftarkan menjadi peserta mandiri dan yang tidak mampu masuk di dalam Penerima Bantuan Iuran (PBI) serta tentunya ada kontribusi pemerintah daerah untuk mendaftarkan penduduknya agar Universal at Coverage itu segera tercapai,” imbuhnya.

Lebih lanjut Mega juga berharap warga kota Bekasi di tahun 2021 seluruhnya sudah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional meski target secara nasional pada tahun 2023.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kota Bekasi menggelar kegiatan Webinar Media Workshop bersama awak media selama 2 hari yang dimulai dari hari Kamis – Jum’at, 22-23 Oktober 2020 di meeting room lantai 6 Hotel Harris, Summarecon Bekasi.

Webinar bertema ‘Menjaga Keberlangsungan Program JKN-KIS’ seminar nasional di hari pertama ini menghadirkan para
narasumber ; Yustinus Prastowo – Staf Menteri Keuangan RI, Prof Hasbullah Thabrany -Chief Party, USAID Healrh FInancing Activity, Kunto Ariawan -Kasatgas Direktorar Penelitian dan Pengembangan Kedeputian Pencegahan KPK, Adang Bachtiar-Ketua Tim Kendali Mutu Kendali Biaya, dan Agus Pambagio-Pengamat Kebijakan Publik.

Sedangkan di hari kedua workshop nasional ini mengambil tema, Peran Jaminan Sosial Kesehatan di Era Covid-19 dengan menghadirkan pembicara, TB. A Choesni – Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Prof Budi Hidayat – Pakar Asuransi Kesehatan, Raden Pardede – Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

(ziz/rjn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *