Praktisi HRD Dukung Tenaga Kerja Lokal Menjadi Prioritas Bekerja di Perusahaan

- Redaksi

Sabtu, 22 Juli 2023 - 15:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Ketua Ikatan Praktisi HRD (IPHRD) Kabupaten Bekasi, RR Meilani Aseaningrum

i

Ketua Ikatan Praktisi HRD (IPHRD) Kabupaten Bekasi, RR Meilani Aseaningrum

Bekasi – Ketua Ikatan Praktisi HRD (IPHRD) Kabupaten Bekasi, RR Meilani Aseaningrum mendukung program Pemkab Bekasi memprioritaskan tenaga kerja lokal. Namun, dengan syarat para calon tenaga kerja lokal memliki skill yang dibutuhkan perusahaan.

“Sejak awal kami dukung kebijakan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan terhadap keseriusan beliau untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal Bekasi, namun kami juga punya aturan siapapun calon pelamar harus mempunyai kemampuan skill yang sesuai kebutuhan perusahaan,” ujar Meilani pada Jumat (21/07/23).

Baca Juga :  Viral, Keluhan Transaksi di Sekitar Dawuan Karawang, Ini Penjelasan Jasa Marga

Bahkan, IPHRD juga turut menginisiasi membantu mewujudkan program TKP3D Kabupaten Bekasi. Bahkan jauh sebelum pembentukan TKP3D, pihaknya bersama beberapa HR Manager sudah mengajar secara sukarela sebagai guru tamu industri kepada siswa SMA maupun SMK yang ada di Kabupaten Bekasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelajaran yang diberikan yaitu soft skill seperti basic safety, attitude hingga membuat CV yang benar. Selain itu juga memberikan tips wawancara kepada para siswa yang akan berminat bekerja di perusahaan industri di Kabupaten Bekasi.

Baca Juga :  H-7 Idul Fitri, Terpantau Peningkatan Volume Lalin di Ruas Tol Jabotabek dan Jabar

“Tidak hanya kepada siswa saja, tetapi kepada para gurunya juga kami memberikan edukasi yang sama dengan siswa, agar guru juga bisa selalu mengingatkan materi yang kami sampaikan,” katanya.

IPHRD Kabupaten Bekasi berharap dengan adanya program tersebut dapat mengurangi angka penangguran. Dengan program yang telah dilakukan juga diharapkan mampu menciptakan calon karyawan yang sudah terlatih soft skillnya dan mempunyai pemahaman yang baik mengenai dunia industri.

Baca Juga :  Parah, Jalan Di Sukajaya Dibiarkan Rusak Begitu Saja

Tak hanya itu, Meilani juga mengungkapkan, jumlah lulusan SMK untuk memenuhi kuota kebutuhan industri. Sehingga pihaknya bekerja sama dengan pihak BLK dan SMK bisa memenuhi kuota penerimaan calon tenaga kerja.

“Jadi kurikulum pendidikan SMA atau SMK juga harusnya bisa disesuaikan untuk menyongsong kesiapan siswanya dalam dunia tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan industri saat ini,”  tandasnya. ziz

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APBD Tembus Rp7,8 Triliun, Asep Surya Atmaja Bongkar Tambahan Rp24 Miliar untuk BPJS
DPRD Kebut Perubahan APBD 2026, Ade Sukron Target Akhir Oktober Mulai Jalan
Pilkades Sudah Usai, Tapi 5 Desa di Cibitung Justru Dipimpin 5 Sosok Ini
Tri Adhianto Resmikan RTH di Kaliabang Tengah, Ada Mini Basket dan Lapangan Badminton
Asep Dorong Anak Muda Masuk Pertanian, Raperda Petani Disiapkan Jadi Payung Perlindungan
Polres Metro Bekasi Kota Ungkap 57 Kasus, 74 Tersangka dan Puluhan Ribu Obat Keras Disita
190 Pembecak Bekasi Bakal Terima Becak Listrik, Jalur Operasional Mulai Ditata
DLH Kota Bekasi Awasi Pengelolaan Air Limbah Restoran, Ambil Sampel di Kali Abang 2

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 23:07 WIB

APBD Tembus Rp7,8 Triliun, Asep Surya Atmaja Bongkar Tambahan Rp24 Miliar untuk BPJS

Selasa, 29 September 2026 - 12:27 WIB

Pilkades Sudah Usai, Tapi 5 Desa di Cibitung Justru Dipimpin 5 Sosok Ini

Sabtu, 26 September 2026 - 09:04 WIB

Tri Adhianto Resmikan RTH di Kaliabang Tengah, Ada Mini Basket dan Lapangan Badminton

Kamis, 24 September 2026 - 10:10 WIB

Asep Dorong Anak Muda Masuk Pertanian, Raperda Petani Disiapkan Jadi Payung Perlindungan

Rabu, 23 September 2026 - 19:09 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Ungkap 57 Kasus, 74 Tersangka dan Puluhan Ribu Obat Keras Disita

Berita Terbaru