Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk resmi meluncurkan transformasi layanan call center 133 untuk mempermudah pengguna jalan tol mendapatkan informasi maupun bantuan darurat selama perjalanan.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengatakan nomor baru ini menggantikan layanan sebelumnya 14080 agar lebih singkat, mudah diingat, dan responsif.
“Nomor 133 mempermudah pengguna jalan yang mengalami kondisi darurat untuk segera menghubungi layanan bantuan. Angkanya singkat sehingga lebih mudah diingat,” ujar Rivan, Kamis (12/3).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui layanan ini, pengguna tol dapat memperoleh berbagai informasi seperti kondisi lalu lintas, melaporkan kejadian darurat, meminta bantuan petugas, hingga menyampaikan pengaduan dan masukan terkait layanan jalan tol.
Data operasional 2025 mencatat rata-rata 441 panggilan per hari diterima oleh call center Jasa Marga, dan meningkat hingga 546 panggilan saat akhir pekan. Pada periode Lebaran 2025, jumlah panggilan bahkan mencapai rata-rata 838 panggilan per hari.
Saat ini layanan 133 dapat diakses langsung tanpa kode area untuk jaringan Telkom dan Telkomsel. Sementara bagi operator lain masih perlu menambahkan kode area, namun aturan tersebut akan dihapus mulai 1 Juli 2026.
Dengan transformasi layanan ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk berharap komunikasi dengan pengguna jalan tol menjadi lebih cepat, mudah, dan responsif. (*)









