Inilah Pengungkapan Kisah Anggota IS Asal Indonesia

- Redaksi

Jumat, 22 Desember 2017 - 16:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com – Dari sebuah kantor unit kontra-terorisme di Suriah utara, seorang anggota kelompok “Islamic State” (IS) asal Indonesia menceritakan kisahnya bagaimana menemukan jalannya untuk bergabung dan melakukan “jihad”.

Aldiansyah Syamsudin asal Bogor pergi ke Suriah untuk bergabung IS. Ia selamat setelah diserang oleh pesawat udara militer. Sejumlah saksi mata mengatakan seorang dokter telah merawat anak mereka di rumah sakit IS. Pemerintah Kurdi mengatakan semua pejuang asing adalah berbahaya

Ia ditangkap oleh Tentara Demokratik Suriah, atau SDF yang didukung oleh negara barat. Nama aslinya adalah Aldiansyah Syamsudin, dengan nama samaran Abu Assam Al Indonisiy. Ia mengaku dulunya adalah seorang tukang masak di Bogor, Jawa Barat, sebelum pergi ke Suriah untuk bergabung dengan IS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sanalah ia belajar cara menembak menggunakan senapan mesin dan AK-47. IS menjanjikan bahwa dia akan bisa memiliki empat istri, sebuah mobil dan sebuah rumah, yang ternyata hanyalah janji belaka.

Ditinggal dalam keadaan “terluka, sakit dan kelaparan” setelah menjadi satu-satunya yang selamat dalam serangan udara yang menghancurkan kendaraannya dan pejuang lainnya. Ia kemudian diabaikan oleh warga sekitar sebelum akhirnya ditangkap.

Sekarang ia ingin pulang dan mengaku tidak akan berbahaya bagi Indonesia, ataupun negara barat.

“IS sudah tidak peduli dengan saya, lantas mengapa saya harus mengikuti ajaran mereka?” ujarnya.

Dari Dapur menuju Medan Perang

Perjalanan Aldiansyah dimulai setelah lulus dari pondok pesantren di Bogor. Ia menjadi radikal lewat internet, bukan di masjid, dan bergabung dengan sebuah kelompok bernama Gadi Gado lewat pesan yang sudah terenskripsi, Telegram, dimana ia bertemu dengan seorang warga Indonesia bernama Abu Hofsah menjelaskan bagaimana caranya ke Suriah.

Baca Juga :  120 Rumah di Blok Tegal Mulya Selama 3 Tahun Kesulitan Air Bersih

Aldiansyah mengaku Abu Hofsah mengirimnya uang senilai AU$1.000, lebih dari Rp 10 juta untuk membayar tiket pesawatnya. Kemudian ia tiba di Turki pada bulan Maret 2016 dan tinggal di sebuah rumah di kota Gaziantep, sebelum dikirimkan ke Suriah timur.

“Pada malam hari seorang Muharrib (pejuang) datang dan memberi tahu kami, ‘saatnya pergi ke perbatasan’. Kami bersepuluh naik mobil kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki.”

“Kita menyebrang sungai dan terus berjalan. Kemudian menemukan barikade dari bahan logam lalu berlalu. Tentara Turki menembaki kami, tapi kami akhirnya tiba di Khalifah,” katanya.

Ia tiba Suriah pada bulan April, lebih lambat dari dibandingkan kebanyakan pejuang asing yang masuk Suriah. Ini membuktikan kemampuan IS untuk menembus perbatasan Turki dengan baik, meski pemerintah Turki mengatakan telah menjaganya.

Waktu kedatangannya bertepatan saat IS telah terdorong ke selatan dan tidak lagi memiliki akses ke perbatasan. Aldiansyah mengatakan ia dilatih oleh orang Indonesia, dengan nama alias Abu Walid al Indonesiya dan seorang warga asal Filipina dengan nama Abu Abdulrohman al Phillipini.

Pengakuannya tidak bisa diverifikasi, tapi ia dilatih oleh IS untuk cara menggunakan berbagai senjata ringan.

“Saya mengikuti latihan militer di provinsi Hama, Suriah, selama sekitar 20 hari, Saya belajar menggunakan empat senjata, termasuk Kalashnikov, RPG [granat roket] dan senapan mesin PKC,” katanya.

Baca Juga :  Warung Miras Sepi, Tokoh Masyarakat ini Puji Kinerja Polsek Lemahabang

Sementara pihak berwenang yakin ada ratusan warga Indonesia yang telah bergabung dengan IS, Aldiansyah mengatakan ia hanya mengenal lima orang Indonesia di Suriah.

Dan terlepas dari pemberitaan dan propaganda soal kebrutalan kelompok tersebut, Aldiansyah mengaku tidak masuk ke Raqqa untuk berperang.

“Saya tertarik untuk bergabung dengan IS karena teman saya bilang hidupnya gratis dan nyaman, bisa memiliki empat istri, dan mereka akan memberi uang, rumah, dan mobil,” katanya.

Ditipu dengan janji-jani Negara Islam

Tapi bukannya mendapatkan apa yang sudah dijanjikan, Aldiansyah malah mengatakan ia menderita. “Setelah saya selesai latihan, kami pergi dengan mobil saat kami diserang oleh pesawat tempur. Seluruh teman saya terbunuh tapi saya selamat,” katanya.

“Saya terluka, sakit dan kelaparan, saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya tidak mengerti apa-apa, dan saya tidak mengerti bahasa Arab. Saya mendekati penduduk setempat, minta bantuan mereka, tapi mereka malah menghindari saya.”

Dengan cepat ia ditangkap SDF yang didukung negara-negara barat. Kini ia ingin kembali ke Bogor dan mengatakan ia tidak akan mengancam siapapun.

“Saya tidak akan menciptakan masalah [bagi negara Barat]. Saya telah diajarkan di masa lalu untuk selalu menyerang mereka, untuk membuat masalah. Tapi sekarang, IS tidak peduli dengan saya, mengapa saya harus mengikuti ajaran mereka? Inilah yang benar soal IS,“ katanya.

“Mereka selalu mengklaim bahwa ‘umat Muslim mencintai mereka’ tapi setelah saya datang ke sini, saya menemukan banyak penduduk setempat yang tidak menyukai mereka.”ujarnya.

Baca Juga :  Ketum PSSI Akan Biarkan The Jakmania Datang ke Markas Persib Bandung

Sama halnya dengan orang asal Indonesia, ada banyak bukti muncul soal kehadiran warga Australia di Raqqa.

Dokter asal Australia, Tareq Kamleh pernah terkenal membuat video propaganda soal kualitas perawatan dalam kekhalifahan. Sementara perempuan asal Maroko yang menikah dengan pejuang IS mengatakan anak-anak mereka sudah dirawat oleh orang Australia.

“Saya biasanya pergi dengan suami saat anak-anak saya sakit di rumah sakit nasional. Ada seorang dokter bernama Abu Mohammed al Australi, dia ahli merawat anak-anak dan baik kepada anak-anak,” kata Khadija el Hamri.

Dia dan beberapa ‘pengantin’ IS lainnya menjelaskan gambaran di Kamleh dan bersikeras jika mereka bertemu orang Australia yang berbeda.

Dan orang tersebut tak hanya mengurusi urusan medis. “Suami saya mengatakan dokter Australia tersebut bertugas menjaga rezim Suriah dengan senjata dan rompi militer dan saat dia kembali, ia datang ke rumah sakit untuk merawat anak-anak,” katanya.

Pejabat Kurdi mengatakan semua anggota IS, terlepas apakah mereka mengaku sebagai pejuang atau tidak, harus dianggap berbahaya.

“Mereka melakukan perjalanan ribuan kilometer dan menempatkan diri dalam kekhalifahan yang menyerang kota-kota membunuh anak-anak kita. Tidak tepat jika mengatakan teror hanya berasal dari pistol. Senapan adalah hasil dari sebuah ideologi,” kata Mustafa Bali, juru bicara SDF.

Sementara IS telah kehilangan kontrol di Suriah, pengikutnya telah menyebar secara jauh dan luas.(RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka, Kantor Hukum 2000: Jangan Ada Kekebalan Politik
5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang, SMARTFREN Tawarkan Unlimited hingga 500 Mbps
5G Makin Ngebut di Surabaya, XLSMART Siapkan Ekspansi ke 88 Kota
XLSMART Naikkan Capex Jadi Rp20 Triliun, Perkuat Jaringan dan Perluas 5G
Medan Dikebut 5G, XLSMART Siapkan 1.000 Lebih BTS
Bukan Cuma Pulihkan Jaringan, XLSMART Kirim Bantuan untuk Warga NTT
81 Miles for Indonesia: XLSMART Jelajahi Semarang-Solo-Yogyakarta Bawa 5G dan Aksi Sosial
Tim SAR Temukan Satu Korban Tewas Ledakan Gas di Medan, Satu Orang Masih Dicari
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:05 WIB

5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang, SMARTFREN Tawarkan Unlimited hingga 500 Mbps

Jumat, 4 September 2026 - 14:34 WIB

5G Makin Ngebut di Surabaya, XLSMART Siapkan Ekspansi ke 88 Kota

Jumat, 4 September 2026 - 14:09 WIB

XLSMART Naikkan Capex Jadi Rp20 Triliun, Perkuat Jaringan dan Perluas 5G

Selasa, 1 September 2026 - 09:33 WIB

Medan Dikebut 5G, XLSMART Siapkan 1.000 Lebih BTS

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Bukan Cuma Pulihkan Jaringan, XLSMART Kirim Bantuan untuk Warga NTT

Berita Terbaru

Keterangan Foto:
Calon Kepala Desa Muktiwari nomor urut 1, H. Bahrudin, S.E., bersama pendukungnya mengikuti rangkaian kampanye Pilkades Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (12/9/2026). Kampanye mengusung tagline “Birukan Langit, Putihkan Hati” dan mendapat antusiasme dari warga.

Pilkades

Bahrudin Nomor Hiji, Ribuan Warga Muktiwari Tumpah Ruah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:11 WIB