Buku Sejarah Bekasi 600 Halaman Kini Ada di Perpustakaan Daerah, Kupas Peradaban Buni hingga Bekasi Modern

- Redaksi

Senin, 6 Juli 2026 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis sekaligus sejarawan Bekasi, Endra Kusnawan, menunjukkan buku Sejarah Bekasi: Sejak Peradaban Buni Ampe Wayah Gini edisi ketiga yang kini menjadi salah satu koleksi unggulan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bekasi. Buku setebal sekitar 600 halaman tersebut mengulas perjalanan sejarah Bekasi sejak Peradaban Buni hingga perkembangan pemerintahan modern. Foto: Istimewa

i

Penulis sekaligus sejarawan Bekasi, Endra Kusnawan, menunjukkan buku Sejarah Bekasi: Sejak Peradaban Buni Ampe Wayah Gini edisi ketiga yang kini menjadi salah satu koleksi unggulan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bekasi. Buku setebal sekitar 600 halaman tersebut mengulas perjalanan sejarah Bekasi sejak Peradaban Buni hingga perkembangan pemerintahan modern. Foto: Istimewa

KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mendorong minat baca masyarakat dengan memperbanyak koleksi buku bertema sejarah lokal. Salah satu yang kini menjadi koleksi unggulan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bekasi ialah buku Sejarah Bekasi: Sejak Peradaban Buni Ampe Wayah Gini karya sejarawan Endra Kusnawan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Bekasi Agung Mulya mengatakan, buku tersebut dihadirkan sebagai referensi bagi masyarakat, terutama generasi muda, agar lebih mengenal perjalanan sejarah Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi.

“Melalui buku karya Endra Kusnawan ini, masyarakat dapat lebih mengenal, memahami, dan mengetahui perjalanan sejarah serta perkembangan Kabupaten Bekasi hingga menjadi daerah yang maju seperti saat ini,” kata Agung, Jumat (3/7/2026).

Menurut Agung, literatur sejarah daerah memiliki peran penting dalam memperkuat identitas masyarakat sekaligus meningkatkan budaya literasi. Karena itu, Disarpus tidak hanya menyediakan ribuan koleksi buku, tetapi juga terus mengembangkan layanan perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah di berbagai kecamatan.

Ia menilai membaca sejarah bukan sekadar menambah wawasan, melainkan juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah serta mendorong masyarakat menjaga warisan budaya.

“Kami mengapresiasi Bang Endra Kusnawan yang telah menyusun perjalanan panjang sejarah Bekasi secara rinci sehingga kini dapat menjadi referensi bagi masyarakat di Perpustakaan Daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Endra Kusnawan mengungkapkan buku yang terbit pada 2026 merupakan edisi ketiga. Sebelumnya, buku tersebut pertama kali diterbitkan pada 2016, lalu direvisi pada 2019 sebelum kembali diperbarui dengan tambahan data dan materi terbaru.

Baca Juga :  Disbudpora Kabupaten Bekasi Gelar Kejuaraan Bulutangkis Antar Pelajar 2023

Kini, buku tersebut memiliki ketebalan sekitar 600 halaman yang mengulas sejarah Bekasi secara kronologis, mulai dari masa Peradaban Buni, Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda, era kolonial, perjuangan kemerdekaan, hingga perkembangan pemerintahan modern.

Menurut Endra, masih banyak warga asli Bekasi yang belum mengetahui sejarah daerahnya karena referensi mengenai sejarah Bekasi masih tergolong minim.

“Banyak masyarakat asli Bekasi yang belum memahami sejarah daerahnya sendiri karena literatur mengenai sejarah Bekasi masih sangat terbatas,” ujarnya.

Tak hanya itu, edisi terbaru juga dilengkapi dokumentasi perjalanan pemerintahan seluruh kepala daerah Kabupaten Bekasi, mulai dari bupati dan wakil bupati beserta koleksi foto-fotonya.

Baca Juga :  Mall dan Hotel Gelar Program Unggulan Ramadhan 

Pembahasan dalam buku tersebut juga mencakup sejumlah situs bersejarah di Bekasi, seperti Tugu Bambu Runcing di Warung Bongkok, Kecamatan Cikarang Barat, hingga sejarah SDN Simpangan 01 Cikarang Utara yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

“Lewat buku ini diharapkan masyarakat tidak hanya mengenal nama suatu tempat, tetapi juga memahami latar belakang sejarahnya,” kata Endra.

Melalui koleksi baru ini, Disarpus Kabupaten Bekasi berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik membaca sejarah daerah. Dengan begitu, literasi sejarah dapat meningkat sekaligus memperkuat kecintaan terhadap identitas dan warisan budaya Bekasi.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT PSM ke-51 Kota Bekasi, Tri Adhianto Ajak Lansia Tetap Sehat dan Produktif
Tri Adhianto Resmikan Bantuan Rutilahu untuk Warga Pondok Gede Bekasi
Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Wali Kota Bekasi Perkuat Sinergi dengan Polres Metro Bekasi Kota
CSR Award Kabupaten Bekasi 2026: Jababeka Infrastruktur Raih Top SDGs
Nilai Dana CSR di Kabupaten Bekasi Naik 10,63 Persen, Pemkab Beri Penghargaan kepada Perusahaan dan Mitra
Adhyaksa FC Lirik Stadion Wibawa Mukti Jadi Kandang di Liga 1, Bekasi Berpeluang Punya Home Base Baru
Ada “Timuran di Bekasi” Akhir Pekan Ini, ARTOTEL Bakal Diserbu Musisi dan Komunitas Kreatif?
Pemkab Bekasi Ajukan 3 Raperda ke DPRD, Pariwisata hingga Desa Jadi Fokus

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 06:46 WIB

Buku Sejarah Bekasi 600 Halaman Kini Ada di Perpustakaan Daerah, Kupas Peradaban Buni hingga Bekasi Modern

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:00 WIB

HUT PSM ke-51 Kota Bekasi, Tri Adhianto Ajak Lansia Tetap Sehat dan Produktif

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Tri Adhianto Resmikan Bantuan Rutilahu untuk Warga Pondok Gede Bekasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:26 WIB

Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Wali Kota Bekasi Perkuat Sinergi dengan Polres Metro Bekasi Kota

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:43 WIB

CSR Award Kabupaten Bekasi 2026: Jababeka Infrastruktur Raih Top SDGs

Berita Terbaru