Kisah Heroik Tanjung Verde di Piala Dunia 2026, Debutan yang Bikin Argentina Ketar-ketir

- Redaksi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Kiper Tanjung Verde, Vozinha, mengangkat bendera negaranya usai pertandingan melawan Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Miami. Meski kalah dramatis 2-3, penampilan heroik Blue Sharks sukses mencuri perhatian dunia sepak bola. (Foto: BBC/Getty Images)

i

Kiper Tanjung Verde, Vozinha, mengangkat bendera negaranya usai pertandingan melawan Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Miami. Meski kalah dramatis 2-3, penampilan heroik Blue Sharks sukses mencuri perhatian dunia sepak bola. (Foto: BBC/Getty Images)

PIALA DUNIA 2026, MIAMI – Tanjung Verde (Cape Verde) memang menjadi salah satu negara dengan populasi terkecil yang tampil di Piala Dunia 2026. Namun, kiprah tim berjuluk Blue Sharks justru menjadi salah satu cerita paling berkesan sepanjang turnamen.

Di tengah sorotan terhadap bintang-bintang dunia seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Erling Haaland, hingga Harry Kane, justru Tanjung Verde berhasil mencuri perhatian berkat penampilan penuh semangat dan kejutan yang mereka hadirkan.

Perjalanan mereka dimulai dengan menahan imbang juara Eropa, Spanyol, tanpa gol pada laga pembuka fase grup. Penampilan gemilang kiper Vozinha menjadi kunci keberhasilan meraih poin perdana Tanjung Verde di ajang Piala Dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, mereka mencetak gol-gol pertama di Piala Dunia saat menghadapi Uruguay, sebelum menampilkan perlawanan luar biasa melawan juara bertahan Argentina pada babak 32 besar.

Bermain di Miami, Jumat (3/7) waktu setempat, Tanjung Verde harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor tipis 2-3 setelah melalui babak tambahan waktu. Kekalahan itu terasa menyakitkan karena mereka dua kali mampu menyamakan kedudukan sebelum akhirnya tersingkir akibat gol Cristian Romero yang berubah arah setelah mengenai Diney Borges.

Meski gagal melangkah ke babak berikutnya, para pemain Tanjung Verde meninggalkan lapangan dengan kepala tegak. Mereka berhasil memenangkan hati jutaan pencinta sepak bola di seluruh dunia.

Baca Juga :  Bhayangkara FC Dipastikan Tidak Diperkuat Tiga Pemain Inti Dalam Menjamu Barito Putera

Mantan gelandang Timnas Skotlandia, James McFadden, menyebut Tanjung Verde sebagai kisah terbaik Piala Dunia 2026.

“Tanjung Verde memang kalah, tetapi mereka juga menang. Mereka menunjukkan keberanian, kebersamaan, persatuan, dan keyakinan luar biasa terhadap kemampuan mereka. Inilah cerita terbaik dari Piala Dunia kali ini,” ujarnya.

Hampir Menciptakan Kejutan Terbesar

Datang ke Piala Dunia dengan peringkat ke-67 dunia, Tanjung Verde sama sekali tidak diunggulkan.

Namun tiga hasil imbang di fase grup, termasuk menahan Spanyol 0-0, membawa mereka ke fase gugur untuk menghadapi Argentina yang berstatus juara bertahan.

Argentina sempat unggul lebih dulu melalui Lionel Messi. Namun Tanjung Verde berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 hingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Di extra time, Argentina kembali memimpin. Akan tetapi, Sidny Lopes Cabral mencetak gol spektakuler yang kembali menghidupkan harapan Blue Sharks.

Harapan itu akhirnya pupus ketika sundulan Cristian Romero berubah arah setelah mengenai Diney Borges dan mengecoh kiper Vozinha.

Mantan bek kanan Timnas Inggris, Gary Neville, menyebut penampilan Tanjung Verde sebagai salah satu performa terbaik yang pernah ia saksikan dari tim nonunggulan.

Baca Juga :  Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Tekuk Argentina 1-0 Lewat Gol Ferran Torres

“Mereka menangis karena harus pulang. Mereka ingin terus berada di sini. Bagi sebagian pemain, momen seperti ini mungkin tidak akan datang lagi. Ini luar biasa sekaligus menyedihkan,” kata Neville.

“Kini Semua Orang Mengenal Tanjung Verde”

Pelatih Tanjung Verde, Bubista, tetap bangga meski timnya tersingkir.

Menurutnya, anak asuhnya telah membuktikan bahwa negara kecil pun mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dunia.

“Kami menunjukkan bahwa meski berasal dari negara kecil, kami mampu bermain melawan tim terbaik di dunia. Itu menjadi kebanggaan besar bagi kami,” ujar Bubista.

Bek tengah Roberto “Pico” Lopes juga menilai pencapaian timnya telah mengubah cara dunia memandang negaranya.

“Salah satu hal terbaik dari Piala Dunia ini adalah sekarang tidak ada lagi yang bertanya di mana letak Tanjung Verde di peta. Kami telah membuat sejarah dan membuat dunia mengenal negara kami.”

“Kami memang negara kecil, tetapi memiliki hati yang besar. Kami membuktikan bahwa jika percaya pada kemampuan sendiri, maka segalanya mungkin terjadi,” tambahnya.

Vozinha Jadi Pahlawan Baru

Selain semangat juang tim, sosok yang paling banyak mendapat pujian adalah penjaga gawang Vozinha.

Kiper berusia 40 tahun itu menjadi pahlawan sejak laga pembuka ketika berhasil menggagalkan berbagai peluang Spanyol. Foto dirinya yang menangis sambil mengangkat tinggi bendera Tanjung Verde seusai pertandingan viral di berbagai belahan dunia.

Baca Juga :  Bupati Ade Kuswara: Pemuda Bekasi Harus Jadi Pelopor Perubahan, Bukan Sekadar Penonton

Penampilannya terus konsisten hingga menghadapi Argentina.

Di laga tersebut, Vozinha mencatat delapan penyelamatan penting. Secara keseluruhan, ia mengoleksi 18 penyelamatan sepanjang Piala Dunia 2026, menjadi jumlah terbanyak ketiga di turnamen, hanya kalah dari Eloy Room (Curacao) dengan 20 penyelamatan dan Orlando Gill (Paraguay) dengan 19 penyelamatan.

Menariknya, saat tampil gemilang di Piala Dunia, Vozinha berstatus tanpa klub setelah kontraknya bersama klub kasta kedua Portugal, Chaves, berakhir.

Gary Neville meyakini penampilan impresif tersebut akan membuka jalan bagi Vozinha untuk kembali berkarier di level profesional.

“Vozinha akan mendapatkan klub yang bagus setelah Piala Dunia ini. Permainannya sangat tenang dan penuh percaya diri. Penampilannya benar-benar luar biasa,” ujar Neville.

Meski langkah mereka terhenti di babak 32 besar, Tanjung Verde pulang dengan membawa sesuatu yang lebih berharga daripada sekadar hasil pertandingan: rasa hormat dan kekaguman dari dunia sepak bola. Kisah Blue Sharks menjadi bukti bahwa di Piala Dunia, mimpi negara kecil pun bisa menginspirasi jutaan orang.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persib Hajar Sabah FC 3-0, Umpan Notsuda Bikin Gol Ini Jadi Sorotan
Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga
Kota Bekasi Borong Empat Medali di Kejurnas BMX Freestyle 2026
Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Tekuk Argentina 1-0 Lewat Gol Ferran Torres
Ferran Torres Bungkam Argentina di Babak Tambahan
Pemprov DKI Apresiasi TVRI atas Sukses Siarkan Piala Dunia 2026
Berita Foto : Comeback Epik! Argentina Hancurkan Mimpi Inggris di Menit Akhir
Comeback Gila Argentina! Dua Gol Menit Akhir Hancurkan Mimpi Inggris ke Final

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Persib Hajar Sabah FC 3-0, Umpan Notsuda Bikin Gol Ini Jadi Sorotan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Senin, 27 Juli 2026 - 14:38 WIB

Kota Bekasi Borong Empat Medali di Kejurnas BMX Freestyle 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 06:19 WIB

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Tekuk Argentina 1-0 Lewat Gol Ferran Torres

Senin, 20 Juli 2026 - 05:29 WIB

Ferran Torres Bungkam Argentina di Babak Tambahan

Berita Terbaru

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe meninjau langsung renovasi SDN 05 Bojong Menteng yang rusak akibat puting beliung dan menargetkan perbaikan segera rampung sesuai standar.

Pemerintahan

Harris Bobihoe Sidak SDN 05 Rusak Puting Beliung

Selasa, 25 Agu 2026 - 11:41 WIB

Kerjasama Hubungi Kami