TVRI: Hak Siar FIFA Bukan Hanya Piala Dunia 2026, Berlaku hingga 2027

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Direktur Utama TVRI, Fiki Satari (kanan), mengikuti prosesi pengambilan sumpah jabatan di Jakarta, Jumat (19/6/2026). TVRI memastikan pengelolaan hak siar FIFA 2026–2027 dilakukan sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku.

i

Direktur Utama TVRI, Fiki Satari (kanan), mengikuti prosesi pengambilan sumpah jabatan di Jakarta, Jumat (19/6/2026). TVRI memastikan pengelolaan hak siar FIFA 2026–2027 dilakukan sesuai mekanisme dan peraturan yang berlaku.

JAKARTA – Televisi Republik Indonesia (TVRI) menegaskan bahwa proses perolehan dan pengelolaan hak siar FIFA telah dilakukan sesuai mekanisme serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, menjelaskan bahwa hak media dan hak penyiaran yang diperoleh TVRI dari FIFA tidak hanya mencakup satu turnamen, melainkan sejumlah kompetisi bergengsi dunia hingga tahun 2027.

“Hak ini mencakup Piala Dunia 2026, Piala Dunia U-17 2026, dan Piala Dunia Wanita 2027, dengan periode pemanfaatan hak siar sejak 180 hari sebelum hingga 180 hari setelah event berakhir,” ujar Fiki di Kantor Pusat TVRI, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, hak yang dimiliki TVRI merupakan hak media atau penyiaran resmi, bukan hak untuk mengelola, menyelenggarakan, maupun mengoperasikan kompetisi FIFA. Dalam pelaksanaannya, TVRI memperoleh akses feed resmi pertandingan sesuai mekanisme distribusi yang telah ditetapkan FIFA.

Hak Siar FIFA Bernilai Strategis

Paket hak siar yang dimiliki TVRI mencakup hak penayangan dan distribusi sesuai kontrak, akses feed resmi pertandingan, hingga distribusi melalui berbagai kanal resmi yang telah ditentukan.

Fiki menegaskan bahwa setiap negara memiliki skema hak siar yang berbeda-beda, baik dari sisi jumlah turnamen, platform distribusi, maupun cakupan layanan. Karena itu, perbandingan nilai kontrak hak siar antarnegara harus didasarkan pada data resmi dan terverifikasi.

“Kami memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap memperhatikan batasan kerahasiaan kontrak yang telah disepakati dengan FIFA,” katanya.

Pembayaran Hak Siar Diklaim Transparan dan Akuntabel

Terkait proses pembayaran hak siar, TVRI memastikan seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai prosedur dan mekanisme anggaran negara.

Proses tersebut melibatkan telaah kebutuhan, reviu dokumen pendukung, koordinasi lintas unit mulai dari teknis, hukum, keuangan, hingga fungsi pengawasan sebelum pelaksanaan pembayaran dilakukan.

“Berdasarkan laporan yang saya terima, proses pembayaran hak siar telah dilakukan sesuai ketentuan kontrak dan mekanisme anggaran negara. Besaran yang dikeluarkan negara sama dengan nilai kontrak yang dibayarkan kepada FIFA,” jelas Fiki.

Ia menambahkan bahwa TVRI berkomitmen menjaga prinsip akuntabilitas, kepatuhan, dan tata kelola yang baik dalam setiap proses pengelolaan hak siar internasional.

Piala Dunia 2026 Bisa Ditonton Gratis

Kabar baik bagi masyarakat Indonesia, seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 dapat diakses melalui berbagai platform resmi yang telah bekerja sama dengan TVRI.

Baca Juga :  Sambut Baik SWF di Indonesia, Jasa Marga Siap Optimalkan Dana LPI

Saat ini distribusi siaran dilakukan melalui tiga medium utama, yakni siaran free-to-air TVRI Nasional dan TVRI Sport, layanan OTT melalui Folaplay dan MAXStream, serta layanan televisi satelit DTH melalui Transvision, K-Vision, dan Indovision.

“TVRI membuka akses publik secara gratis melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport. Sementara mitra OTT dan DTH memberikan pilihan tambahan bagi masyarakat yang ingin menikmati siaran melalui perangkat digital maupun layanan satelit,” ujarnya.

TVRI juga memastikan penerapan sistem keamanan teknis seperti enkripsi, pembatasan wilayah akses, dan pengaturan transmisi guna melindungi hak siar serta memenuhi ketentuan FIFA.

Menutup keterangannya, Fiki mengapresiasi perhatian dan masukan masyarakat terkait penyelenggaraan siaran Piala Dunia 2026.

“Kami berharap siaran Piala Dunia 2026 dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia dan menghadirkan kegembiraan bagi pecinta sepak bola di Tanah Air,” pungkasnya.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Mobil Biasa! OMODA & JAECOO Sulap 4 Mobil Jadi Karakter Pokémon
Arus Peti Kemas Pelindo Naik 5,8 Persen, Tembus 10,31 Juta TEUs
SMARTFREN dan nubia Gebrak Pasar 5G, HP Rp3,5 Juta Dapat Internet Unlimited 2 Tahun
Yusril Bongkar Respons Presiden soal Dugaan Penyadapan: Ini Masalah Serius!
Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo
Bukan Sekadar Lari, Xiaomi POP Run 2026 Hadirkan Kisah Perjuangan 2.000 Peserta
SMK Nusantara Juara Lagi! MAN 1 Sukabumi Taklukkan Lawan di Final AXIS Nation Cup 2026
PEVS 2026 Masuki Hari Terakhir, Ada Test Drive dan Cashback Rp2,5 Juta

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:52 WIB

Bukan Mobil Biasa! OMODA & JAECOO Sulap 4 Mobil Jadi Karakter Pokémon

Rabu, 4 November 2026 - 22:08 WIB

Arus Peti Kemas Pelindo Naik 5,8 Persen, Tembus 10,31 Juta TEUs

Rabu, 4 November 2026 - 14:45 WIB

SMARTFREN dan nubia Gebrak Pasar 5G, HP Rp3,5 Juta Dapat Internet Unlimited 2 Tahun

Rabu, 4 November 2026 - 11:34 WIB

Yusril Bongkar Respons Presiden soal Dugaan Penyadapan: Ini Masalah Serius!

Selasa, 3 November 2026 - 20:39 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru