Jakarta – XLSMART membuktikan bahwa perayaan perusahaan berskala besar tetap bisa ramah lingkungan. Melalui gelaran XLSMART DAY dalam rangkaian 1st Anniversary perusahaan, sebanyak 2.231 kilogram sampah berhasil dikelola tanpa satu pun berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Acara yang berlangsung di ICE BSD Hall 1–3A dan dihadiri lebih dari 15 ribu pengunjung itu menjadi bukti keseriusan XLSMART dalam memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG).
Tidak sekadar menghadirkan hiburan dan kebersamaan, perusahaan juga mengubah event menjadi ruang aksi nyata untuk lingkungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys menegaskan, XLSMART DAY menjadi tonggak penting perusahaan dalam membangun standar event berkelanjutan yang lebih terukur dan berdampak luas.
“Melalui XLSMART DAY, kami ingin menunjukkan bahwa event besar tetap bisa berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan. Mulai dari pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, hingga pengukuran emisi karbon dilakukan secara nyata dan terukur,” ujar Merza.
Dalam pelaksanaannya, XLSMART menggandeng Waste4Change untuk menerapkan sistem Zero Waste to Landfill. Sampah dipilah langsung dari sumber menjadi kategori organik, anorganik, dan plastik sebelum diolah kembali.
Hasilnya, 51 persen sampah berhasil didaur ulang menjadi material baru, satu persen diolah menjadi kompos dan pakan ternak, sementara 48 persen lainnya dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse-Derived Fuel (RDF).
Dari proses tersebut, XLSMART berhasil menekan potensi emisi karbon hingga sekitar 4.100 kilogram CO₂e.Tak berhenti di situ, XLSMART juga membuka fasilitas E-Waste Drop Box bekerja sama dengan Remind.
Program ini mengajak pengunjung mendonasikan perangkat elektronik bekas seperti ponsel, kabel, charger, baterai, hingga laptop.Dari program tersebut terkumpul 31 kilogram sampah elektronik dari 22 jenis perangkat.
Pengelolaan e-waste itu diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 77,43 kilogram CO₂e.Kesadaran lingkungan pengunjung juga diperkuat lewat fasilitas carbon calculator hasil kolaborasi dengan Jejakin. Pengunjung dapat menghitung jejak karbon pribadi dari aktivitas sehari-hari hingga transportasi yang digunakan menuju lokasi acara.
Sebanyak 189 partisipan tercatat mengikuti penghitungan emisi karbon, dan lebih dari 54 persen di antaranya melanjutkan aksi offset karbon melalui program penanaman pohon. Total emisi yang terukur mencapai 2,4 ton CO₂e atau setara kebutuhan penanaman sekitar 249 pohon mangrove.
Bagi XLSMART, keberhasilan ini bukan sekadar angka. Perusahaan ingin membangun budaya baru bahwa event besar tidak harus meninggalkan jejak buruk bagi lingkungan.
“Perusahaan yang dicintai bukan hanya menghadirkan inovasi layanan, tetapi juga mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” tegas Merza. (*)









