Belum Ada Lahan UKM di Kawasan,  Aupi Curhat ke Ridwan Kami

- Redaksi

Rabu, 28 Maret 2018 - 07:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Bekasi –  Persoalan zonasi Industri Kecil Menengah (IKM) mengemuka dalam acara dialog Industri  yang diikuti oleh kandidat gubernur Jabar Ridwan Kamil di Bekasi, Selasa, 27 Maret 2018. Asosiasi IKM mempertanyakan solusi apa yang akan ditawarkan Ridwan Kamil jika dirinya terpilih sebagai Gubernur Jabar 27 Juni mendatang.

Ketua Asoisasi Umkm Pendukung Industri (Aupi), Edison menayatakan bahwa kita  punya PP No 42 tahun 2015, tentang Kawasan industry dan  Permen No.  5 tahun 2014. Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa setiap Kawasan industry wajib menyediakan  2 persen lahan untuk IKM  dari total lahan satu hamparan.

“Lahan tersebut sampai sekarang belum ada, apa rencana Pak Ridwan Kamil untuk membenahi IKM,” tanya dia pada acara dialog Industri tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal itu,  Ridwan Kamil mengatakan di negara-negara maju seperti Jepang dan Tiongkok sudah  memiliki kluster IKM untuk mengembangkan produk-produk yang dibutuhkan bagi industry-industri besar.  Jika sampai hari ini zonasi IKM di Jabar belum ada dalam satu Kawasan industry maka solusinya adalah, jika dirinya terpilih sebagai gubernur maka dia akan berdialog dengan para stakeholder Kawasan industry tersebut untuk meminta tersedianya zonasi IKM.

Baca Juga :  IKALISA Gelar Dialog Kepala Daerah untuk 5 Tanun Kedepan

Selama blusukan ke Kawasan industry, Kang Emil, pernah datang ke beberapa IKM yang memproduksi onderdil otomotif hingga baut-baut untuk kebutuhan mesin-mesin pabrik. Pabrik itu memiliki 30, 50, hingga 70 orang buruh. Namun karena zonasi IKM belum ada, aturan yang diterapkan pada perusahaan ini sama dengan industry besar, padahal skala industrinya masih kecil dan menengah. Hal ini jelas memberatkan para pengusaha IKM.

Baca Juga :  Dishub Kabupaten Bekasi Usulkan BUMD Untuk...

“Oleh karena itu IKM harus diwujudkan di Kawasan industry atau bikin zona baru IKM. Karena IKM ini juga memberikan sumbangan untuk menciptakan lapangan kerja baru, ” kata Walikota Bandung yang meraih 310 penghargaan ini.

Persoalannya berikutnya yang ditemuinya saat blusukan, menurut Kang Emil,  ketika IKM dan Kawasan industry tumbuh, warga sekitar hanya jadi penonton. Orang yang bekerja di pabrik misalnya di Kawasan Karawang, adalah orang di luar Karawang. Orang Karawan sendiri kesulitan untuk bekerja di pabrik tersebut.

Untuk itu, agar pembangunan bisa  dirasakan oleh semua lapisan masyarakat  Jawa Barat. Maka,  Master Tata Kota dari  Berkeley University, Amerika Serikat ini,  akan meminta pabrik-pabrik itu membangun sekolah yang akan melatih anak-anak muda itu bisa bekerja di pabrik.

Baca Juga :  Plt Ajak Warga Kota Bekasi Laksanakan Sholat Ghaib Mendoakan Putra Gubernur Jabar

Memang tidak semua orang ingin bekerja di pabrik. Nah untuk tipe seperti ini, menurut Kang Emil, negara harus memfasilitasi mereka. Konsepnya, adalah one village one product, setiap desa satu perusahaan. Nah,  desa harus punya produk unggulan dimana pekerjanya adalah orang di desa itu lalu gubernur berperan sebagai marketingnya.

Selain itu, dia juga harus memastikan bahwa para  buruh  sejahtera. Solusinya tidak harus selalu dengan menaikkan upah terus, tapi dengan cara lain yang menguntungkan para buruh. Antara lain dengan memberikan fasilitas bus gratis ke tempat kerja,  pembelian sembako delivery dengan harga grosir, dan  kesehatan gratis.

“Dengan begitu, meski upah tetap, tapi  pengeluaran turun, dana yang selama ini terserap untuk transportasi, dan kesehatan, bisa ditabung, sehingga  kesejahteraan mereka meningkat,” ujar Kang Emil. (ziz/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Kritik Survei CELIOS, Nilai Zulhas Tak Layak Masuk Menteri Terburuk
SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR
Syahrir DPRD Jabar Bekali Siswa SMAN 1 Tambun Selatan Ilmu Kepemimpinan
Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun
Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun
Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak
Pajak Kabupaten Bekasi Tembus Rp2,93 Triliun, BPHTB Baru Capai 65,43 Persen
Kopi Express Zuri Express Lippo Cikarang Gelar Baking Class Bersama HAI Cake dan Emina

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Parlemen Bayangan Kritik Survei CELIOS, Nilai Zulhas Tak Layak Masuk Menteri Terburuk

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:03 WIB

SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak

Berita Terbaru

ilustrasi

Pilkades

Pilkades Bekasi Memanas! 26 Aduan Masuk, Sukaresmi Disorot

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:09 WIB

Pemain PERSIB Bandung merayakan kemenangan 1-0 atas Cong Viettel FC pada pertandingan Grup E AFC Champions League Two 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (14/10/2026). Foto istimewa Persib Bandung.

Olahraga

Drama Dua Kartu Merah, PERSIB Tetap Tekuk Cong Viettel 1-0

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:16 WIB