Jakarta – Memasuki usia ke-48 tahun, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi dari infra as structure menuju infra as culture.
Transformasi ini menandai perubahan paradigma perusahaan, dari sekadar membangun dan mengelola infrastruktur fisik menjadi membangun budaya layanan yang berorientasi pada pengalaman pelanggan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengatakan bahwa transformasi tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan pengguna jalan tol yang semakin dinamis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan total 1.736 kilometer konsesi jalan tol dan 1.294 kilometer di antaranya telah beroperasi, kami terus menghadirkan layanan yang andal dan berkesan bagi pengguna jalan. Momentum HUT ke-48 ini menjadi refleksi untuk memperkuat perilaku melayani sepenuh hati,” ujar Rivan.
Ia menambahkan, selama satu tahun terakhir Jasa Marga mencatat berbagai pencapaian positif, mulai dari inovasi layanan digital, peningkatan kualitas operasional, penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance), hingga implementasi prinsip keberlanjutan dan Environmental, Social, and Governance (ESG).
Perkuat Budaya Kerja JSMR MOVETransformasi internal juga diwujudkan melalui budaya kerja JSMR MOVE (Modern, Optimistic, Valuable, Excellent).
Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi insan Jasa Marga atau Roadster melalui pembelajaran terstruktur, literasi digital, serta standarisasi layanan di seluruh titik operasional.
Menurut Rivan, dedikasi dan profesionalisme Roadster menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik dan reputasi perusahaan.
Optimalkan JMTC dan Aplikasi Travoy
Dari sisi teknologi, Jasa Marga mengoptimalkan peran Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) sebagai pusat kendali lalu lintas berbasis Intelligent Transportation System (ITS).
Fasilitas ini terintegrasi dengan ribuan perangkat pemantau seperti CCTV, sistem manajemen insiden, GPS, hingga papan informasi digital yang tersebar di berbagai ruas tol.
Seluruh data tersebut kemudian terhubung dengan aplikasi Travoy, asisten digital perjalanan jalan tol yang menyediakan informasi lalu lintas real-time, estimasi waktu tempuh, tarif tol, lokasi rest area, hingga layanan darurat.
Rest Area BerkelanjutanTak hanya fokus pada digitalisasi, Jasa Marga juga meningkatkan kualitas layanan Travoy Rest dengan konsep berkelanjutan.
Penataan ruang terbuka hijau, pengelolaan lanskap, hingga sistem pengelolaan sampah terpadu menjadi bagian dari komitmen menghadirkan rest area yang nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
Memasuki usia ke-48, Jasa Marga optimistis dapat terus memperkuat konektivitas nasional sekaligus menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan, sejalan dengan visi Indonesia Maju 2045. (*)









