oleh

Gelar Cooffee Morning Pemkot Bekasi Bersinergi Dengan Awak Media

RJN, Bekasi – Bagian Humas Kota Bekasi menggelar cooffee morning Walikota dan Wakil Walikota Bekasi dengan insan media pada Jumat, (7/12/2018) di Taman Rusa Kantor Walikota Bekasi. Di forum ini berbagai pertanyaan media dijawab langsung Walikota Bekasi.

Insan media yang hadir saat itu sekitar 50 wartawan dari beberapa kelompok atau perkumpulan wartawan di Kota Bekasi. Berlangsung santai, Walikota Bekasi Dr Rahmat Effendi, Wakil Walikota Bekasi Dr Tri Adhianto, Pj Sekda Widodo Indrijantoro dan kepala perangkat daerah bersama para wartawan menikmati minuman kopi dan makanan yang tersedia.

Tema yang diangkat dalam cooffee morning kali ini ada tiga hal. Pertama, tentang sinergitas media dengan Pemerintah Kota Bekasi. Kedua, pembahasan terkait Kartu Sehat berbasis nomor induk kependudukan. Ketiga, Perjanjian kinerja kotrak jabatan dengan kepala daerah.

Sempat ditanyakan mengenai keberlanjutan program Kartu Sehat Berbasis No Induk Kependudukan (NIK) di 2019. Dikatakan Walikota Bekasi Rahmat Effendi program KS menjadi bagian dari pelayanan yang akan terus berlanjut.

“Pada pemilihan kepala daerah lalu, program ini yang kita usung dan mendapat respon baik. Dan kita harap dilanjutkan. Hingga kini pun sebanyak 900 ribu pengguna KS menikmati layanan kesehatan bekerjasama dengan RS Swasta di Kota Bekasi,” ungkap Rahmat Effendi.

Bahkan menurutnya sudah dialokasikan dana program KS sebesar Rp 400 miliar di 2019. Sementara ini sebanyak 600 ribu KK terdaftar sebagai pengguna KS dari total 730 ribu KK.

“Sementara 100 ribu KK lagi menjadi target kedepan dan ada bantuan dari CSR,” ungkapnya.

Selain itu ia katakan program ini pun membantu tugas pemerintah pusat dalam penyediaan layanan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional. Hanya yang membedakan, kepesertaan BPJS, warga diharuskan membayar premi sedangkan KS diberikan gratis.

“Terkait Program Kartu Sehat Berbasis NIK milik Pemkot Bekasi, merupakan program yang juga membantu tugas negara atau JKN yang ditargetkan mencakup 95 persen. KS ada pola insidentil karena itu sangat diminati warga,” ungkapnya.

Berintegrasi dengan pelayanan kesehatan, sarana prasarana juga tidak bisa diabaikan. Pemkot Bekasi telah menambah fasilitas pelayanan di 3 Puskesmas bertipe C ditingkatkan statusnya menjadi Tipe D sehingga ada pelayanan rawat inap. Untuk tahun 2019, rencananya 4 Puskesmas yang akan menjadi tipe D.

“Program lain terkait penambahan fasilitas kesehatan juga didorong guna mendukung program KS,” ungkapnya.

Pembahasan lain mengenai, birokrasi pemerintahan yang sempat disampaikan. Ia ingin jajarannya berfikir out of the box yang berarti punya lompatan progres yang luar biasa. Tindakan yang dilakukan disesuaikan dengan permasalahan yang ada dan mencari solusi sebagai bentuk pelayanan masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Walikota Bekasi Rahmat Effendi berharap sinergitas pemerintah Kota dengan Insan Media bisa terus berlanjut. Ia ingin pertemuan semacam ini bisa dilakukan setiap bulan sekali dilakukan setiap awal pekan.

“Forum diskusi ini bisa dilakukan rutin dan perangkat daerah terkait isu strategis bisa dihadirkan,” kata Rahmat Effendi. (ziz/rjn)

Komentar

News Feed