Kabupaten Bekasi – Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi mulai menyiapkan langkah antisipatif menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan di sektor pertanian.
Meski demikian, kondisi lahan sawah saat ini masih dinilai aman dan belum terdampak kekeringan.
Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan Distan Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya mitigasi, salah satunya pemetaan lahan sawah yang berpotensi terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memetakan lokasi-lokasi sawah yang rawan kekeringan, termasuk mendata pompa bantuan pemerintah maupun milik petani yang tersedia di lapangan,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Pemkab Cikarang Pusat, Rabu (22/4/2026).
Selain itu, Distan juga mendata sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian, khususnya saat musim kemarau.
Dodo menjelaskan, pihaknya turut melakukan sosialisasi kepada petani terkait pola tanam yang lebih adaptif terhadap ketersediaan air.
“Petani kami imbau untuk mempertimbangkan pergiliran tanaman ke komoditas yang tidak membutuhkan banyak air,” katanya.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada lahan yang masuk kategori rawan kekeringan. Hal tersebut ditopang oleh kondisi normalisasi saluran yang masih mampu memenuhi kebutuhan irigasi.
“Untuk sementara kondisi masih aman dan cukup mendukung pertanaman padi,” jelasnya.
Meski begitu, Distan tetap merekomendasikan alternatif komoditas yang lebih tahan terhadap keterbatasan air, seperti jagung, ketimun, dan berbagai jenis sayuran.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif agar produktivitas pertanian di Kabupaten Bekasi tetap terjaga di tengah potensi perubahan cuaca ke depan. (*)









