Komisi VIII: Sistem Syarikah Bikin Kacau, Kemenag Harus Negosiasi Ulang dengan Saudi

- Redaksi

Selasa, 13 Mei 2025 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq.

i

Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq.

Jakarta – Komisi VIII DPR RI mendesak Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) untuk segera mengevaluasi sistem pengelompokan jamaah haji model syarikah yang diterapkan pada musim haji tahun 2025. Sistem baru ini dinilai menimbulkan kebingungan, ketidaknyamanan, dan berbagai kendala teknis di lapangan, khususnya bagi jamaah haji Indonesia.

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanulhaq, mengungkapkan bahwa implementasi sistem syarikah secara mendadak telah mengacaukan pengelompokan kloter (kelompok terbang) yang telah disusun sejak keberangkatan dari tanah air.

“Penerapan sistem syarikah yang terkesan mendadak ini menyebabkan banyak pasangan suami istri terpisah dan jamaah lansia tidak bersama pendampingnya. Kami mendesak Menteri Agama untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh,” tegas Kiai Maman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, jamaah haji Indonesia dilayani oleh satu syarikah, yaitu Mashariq. Namun pada tahun ini, jumlah syarikah bertambah menjadi delapan, tanpa sosialisasi dan mitigasi yang memadai. Syarikah merupakan perusahaan penyedia layanan haji asal Arab Saudi yang memiliki otoritas dalam pelaksanaan teknis ibadah haji.

“Kenapa tiba-tiba delapan syarikah dilibatkan? Apa dasarnya? Ini harus dijelaskan. Seharusnya Kemenag sudah mengantisipasi risiko dan menyiapkan mitigasi sejak awal,” lanjutnya.

Sebagai solusi, Kiai Maman mengusulkan agar penanganan jamaah oleh syarikah dibagi berdasarkan wilayah asal jamaah di Indonesia. Menurutnya, sistem saat ini yang melibatkan lebih dari satu syarikah untuk satu daerah justru menimbulkan kebingungan, baik bagi jamaah maupun Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

“Bayangkan, ada jamaah yang belum siap diberangkatkan, tiba-tiba dipanggil berangkat esok hari. Sementara yang seharusnya berangkat lebih awal justru tertunda. Ini menyulitkan semua pihak,” ujarnya.

Komisi VIII juga meminta Kemenag segera melakukan negosiasi intensif dengan otoritas Arab Saudi untuk mencari solusi terbaik. Kiai Maman menekankan pentingnya peran negosiator profesional yang mampu menyuarakan kepentingan jamaah haji Indonesia.

“Kami berharap Kemenag dan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah segera bertindak. Jangan sampai sistem baru ini justru menyengsarakan jamaah kita,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Cirebon Listrik Padam, Polres Cirebon Kota Rekrayasa Lalu Lintas
Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

XLSMART & KOMDIGI Luncurkan DigiHer, Target 2,4 Juta Perempuan Digital 2026
Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Menkomdigi Meutya Hafid Ingatkan Risiko AI, Pemerintah Siapkan Regulasi Ketat
Menkes di Bravo 500 Summit 2026: Target Usia Hidup Sehat Naik, Digitalisasi Jadi Kunci
Besok Dibuka! Jakarta Fair 2026 Hadir Lebih Besar, Ada 2.800 Tenant & Nobar Piala Dunia
SMARTFREN Resmi Bertransformasi, Klaim Jadi “Jagoan Sinyal Se-Indonesia” dan Gelar SMARTFREN Run 2026
XLSMART Luncurkan ESTA Prime, Targetkan Jaringan 5G Menjangkau 88 Kota pada 2026
XLSMART Tancap Gas Perluas Jaringan 5G, Borong Penghargaan Transparansi Emisi Karbon 2026

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:38 WIB

XLSMART & KOMDIGI Luncurkan DigiHer, Target 2,4 Juta Perempuan Digital 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:19 WIB

Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:06 WIB

Menkomdigi Meutya Hafid Ingatkan Risiko AI, Pemerintah Siapkan Regulasi Ketat

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:07 WIB

Menkes di Bravo 500 Summit 2026: Target Usia Hidup Sehat Naik, Digitalisasi Jadi Kunci

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:08 WIB

SMARTFREN Resmi Bertransformasi, Klaim Jadi “Jagoan Sinyal Se-Indonesia” dan Gelar SMARTFREN Run 2026

Berita Terbaru

Suasana pembukaan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 di BSCC Dome Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (10/6/2026). Pameran ini menghadirkan ratusan perusahaan dari sektor energi, pertambangan, dan konstruksi untuk mendorong investasi serta pertumbuhan industri di Indonesia Timur.

Nasional

IEE Series 2026 Digelar Perdana di Balikpapan

Kamis, 11 Jun 2026 - 13:40 WIB