Perpustakaan Fotografi Keliling, Mengenalkan Buku-Buku Foto Kepada Masyarakat

by Oktober 8, 2017
Cirebon Inspirasi Komunitas 0   23 views 0
Advertisement

RakyatJabarnews.com, Cirebon – Semakin menjamurnya dunia fotografi, tentunya banyak juga yang membuat album foto, galeri, ataupun diupload ke sosial media. Namun, masih sedikit yang berniat untuk membukukan hasil jepretannya.

Wahyu, seorang fotografer yang sekaligus owner dari Raws Sindicate, membuat sebuah Perpustakaan fotografi keliling. Tujuannya adalah sengaja mendekatkan buku-buku foto ke masyarakat dan fotografer. Jadi, mereka tidak hanya menikmati foto-foto di galeri atau sosial media saja, namun juga dalam bentuk buku.

“Kami berusaha mengenalkan buku-buku foto ke masyarakat, terutama di daerah-daerah. Targetnya bisa membawa ke seluruh Indonesia,” ungkapnya saat ditemui RakyatJabarNews.com ketika Car Free Day (CFD) di Jl. Siliwangi Kota Cirebon hari Minggu (8/10).

Perpustakaan fotografi keliling sendiri sudah berdiri sejak tahun lalu. Wahyu mengaku bahwa dia dan timnya mengumpulkan buku-buku fotografi dari Indonesia maupun luar, dan dengan harga yang bervariatif.

Advertisement

“Jika tak ada kami, teman-teman akan sulit mengakses buku foto, karena aksesnya yang susah, dan harganya mahal,” jelasnya.

Sebagai owner dari Raws Sindicate yang bergerak di bidang fotografi, Wahyu memiliki home base di Bandung. Dia lebih suka mendatangi daerah-daerah dan open publik untuk mengenalkan perpustakaan fotografi keliling, karena masyarakat pasti berkumpul di situ. Jadi bisa dilihat oleh banyak orang.

Wahyu tidak menghitung jumlah pasti berapa buku yang dimiliki. Jika sedang ke daerah-daerah, dia biasanya membagi beberapa bukunya sesuai dengan tempat yang disediakan.

“Kita bawa buku tapi menyesuaikan tempatnya. Kalau besar ya gelar semua. Kita stok di mobil,” tuturnya.

Wahyu menjelaskan, perpustakaan yang khusus untuk buku-buku fotografi tidak begitu banyak. Jadi, dia ingin mengenalkan buku-buku fotografi ke masyarakat supaya mereka tahu.

“Harapannya semoga buku-buku foto lebih dikenal oleh masyarakat luas, dan fotografer bisa membuat buku,” harapnya.(Juf/RJN)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *