Ketua DPRD Kota Bekasi Pelajari Teknologi Pengolah Sampah Jadi Listrik di China

- Redaksi

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, bersama rombongan meninjau ruang kendali (control room) fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) milik Wangneng Environment di China. Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari teknologi waste-to-energy yang akan diterapkan pada proyek PSEL Bantargebang, Kota Bekasi.

i

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, bersama rombongan meninjau ruang kendali (control room) fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) milik Wangneng Environment di China. Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari teknologi waste-to-energy yang akan diterapkan pada proyek PSEL Bantargebang, Kota Bekasi.

CHINA – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, mengunjungi fasilitas pengolahan sampah menjadi listrik (PSEL) milik Wangneng Environment di China. Kunjungan ini bertujuan melihat langsung teknologi yang akan diterapkan di PSEL Bantargebang, Kota Bekasi.

Sardi meninjau ruang kendali yang menggunakan sistem digital untuk memantau seluruh proses pengolahan sampah hingga menghasilkan listrik secara real time.

Baca Juga :  IIMS 2026: Stellantis Fokus Jeep dan Citroën, Leapmotor Siap Masuk Pasar Indonesia

Menurutnya, proyek PSEL Bantargebang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan diperkirakan mulai dibangun pada 8 atau 9 Juli 2026, menyesuaikan jadwal Presiden Prabowo Subianto.

“Semua proses dikendalikan dengan teknologi modern. Ini membuat kami semakin yakin proyek PSEL di Kota Bekasi bisa berjalan dengan baik,” kata Sardi, Minggu (28/6/2026).

Ia menjelaskan, fasilitas yang dikunjungi mampu mengolah sekitar 1.500 ton sampah setiap hari menjadi energi listrik. Teknologi ini memanfaatkan panas dari pembakaran sampah untuk menghasilkan uap yang menggerakkan turbin pembangkit listrik.

Baca Juga :  Festival Smartfren Tasikmalaya

Teknologi serupa akan digunakan di PSEL Bantargebang yang ditargetkan mampu menghasilkan listrik hingga 15 megawatt (MW).

Sardi menambahkan, kunjungan ini juga diikuti perwakilan Pemerintah Kota Bekasi, DPRD, tokoh masyarakat, dan sejumlah pemangku kepentingan. Tujuannya agar semua pihak dapat melihat langsung proses pengolahan sampah yang modern, aman, dan ramah lingkungan.

Baca Juga :  Dua Raperda Disahkan, Pemkab Bekasi Mantapkan Arah Pembangunan 2025–2029

Melalui pembangunan PSEL Bantargebang, Pemerintah Kota Bekasi berharap persoalan sampah dapat diatasi secara berkelanjutan. Selain mengurangi volume sampah di tempat pembuangan akhir (TPA), proyek ini juga diharapkan mampu menghasilkan listrik dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Baitullah, Tri Adhianto Doakan Bekasi Makin Sejahtera di Hari Raya Kurban
JMSI Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Pidie Jaya
Munas II JMSI Digelar di Jakarta: Saatnya “Bikin Terang Indonesia”!
Hujan Gol di Osaka! Garuda Belum Menyerah!
Kualifikasi Panas di Negeri Matahari! Timnas Siap Jegal Jepang di Kandang!
Trafik Tol Tembus 600 Ribu! Bali Mandara Cetak Rekor Lonjakan Lalin Iduladha
Menag Nasaruddin Tiba, Pesan Penting buat Jemaah Haji Indonesia
6 Tips Aman Berhaji dari PPIH

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 13:44 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi Pelajari Teknologi Pengolah Sampah Jadi Listrik di China

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:50 WIB

Dari Baitullah, Tri Adhianto Doakan Bekasi Makin Sejahtera di Hari Raya Kurban

Sabtu, 6 Desember 2025 - 19:19 WIB

JMSI Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Pidie Jaya

Senin, 16 Juni 2025 - 11:31 WIB

Munas II JMSI Digelar di Jakarta: Saatnya “Bikin Terang Indonesia”!

Rabu, 11 Juni 2025 - 12:31 WIB

Hujan Gol di Osaka! Garuda Belum Menyerah!

Berita Terbaru