Industri Otomotif RI di Persimpangan Jalan, Ini Hasil Diskusi VIN TALKS di IIMS

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi VIN TALKS di IIMS 2026 menghadirkan (dari kiri ke kanan) Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, dan moderator, membahas tantangan serta peluang industri otomotif nasional di tengah ketidakpastian fiskal dan transisi kendaraan listrik.

i

Diskusi VIN TALKS di IIMS 2026 menghadirkan (dari kiri ke kanan) Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, dan moderator, membahas tantangan serta peluang industri otomotif nasional di tengah ketidakpastian fiskal dan transisi kendaraan listrik.

Jakarta – Industri otomotif Indonesia tengah memasuki fase krusial di tengah perlambatan permintaan pasar, ketidakpastian kebijakan fiskal, serta percepatan transisi menuju kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Evaluasi insentif pemerintah di tengah pengetatan anggaran bahkan memicu kekhawatiran akan potensi fiscal cliff pada periode 2025–2026, yang dinilai dapat berdampak pada keberlanjutan pertumbuhan industri.

Menanggapi situasi tersebut, VinFast Indonesia kembali menggelar forum diskusi VIN TALKS bertajuk “Navigating Uncertainty: The Future of Indonesia’s Automotive Industry Amid Policy Shifts and Electrification” dalam rangkaian Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Forum ini menghadirkan Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, serta Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia, untuk membahas tantangan pertumbuhan penjualan otomotif nasional, arah kebijakan fiskal, hingga kesiapan industri dalam menghadapi transisi menuju elektrifikasi.

Baca Juga :  Booming Bakso Jumbo, Cirebon Ada Bakso Dewaruci New Plekenut

Memasuki awal 2026, ketidakpastian terkait kelanjutan insentif kendaraan listrik dinilai mendorong sikap wait and see di kalangan pelaku industri, khususnya produsen EV.

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi tingkat kepercayaan investor, tetapi juga berpotensi menghambat optimisme terhadap target pemerintah dalam mencapai emisi nol bersih melalui percepatan adopsi kendaraan listrik.

Josua Pardede menilai industri otomotif saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Pergeseran struktural dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik menuntut investasi modal yang besar, penyesuaian rantai pasok, serta kesiapan infrastruktur pendukung yang lebih merata di berbagai daerah.

Baca Juga :  Jasa Marga Salurkan Bantuan Korban Bencana

“Tahun ini akan menjadi fase yang menantang bagi industri otomotif, terutama jika kepastian insentif dan kebijakan fiskal belum sepenuhnya jelas. Namun secara struktural, Indonesia tetap memiliki fondasi yang kuat, ditopang pasar domestik yang besar, bonus demografi, serta roadmap elektrifikasi nasional,” ujar Josua.

Ia menambahkan, kesinambungan kebijakan dan kepastian regulasi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus menopang daya beli konsumen agar tetap berani bertransisi ke kendaraan listrik.

Di tengah dinamika tersebut, VinFast menegaskan komitmen jangka panjangnya di Indonesia melalui pendekatan berbasis ekosistem, yang mencakup pembangunan infrastruktur pengisian daya, perluasan jaringan ritel, serta penguatan layanan purna jual.

Baca Juga :  Perayaan Anniversary ke 7 Celebrity Parfum Berlangsung Meriah

“Visi kami adalah menjadikan Indonesia sebagai hub EV regional, sekaligus memastikan konsumen memiliki akses dan kepercayaan penuh terhadap kendaraan listrik. Ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami di tengah transisi industri otomotif,” ujar Kariyanto Hardjosoemarto.

Sebagai bukti komitmen tersebut, VinFast mengawali 2026 dengan meluncurkan Limo Green, MPV listrik tujuh penumpang yang ditujukan untuk kebutuhan keluarga sekaligus aplikasi komersial seperti armada taksi dan layanan ride-hailing.

“Peluncuran ini menunjukkan keseriusan kami untuk terus berinvestasi dan bertumbuh secara berkelanjutan, selaras dengan agenda industrialisasi dan transisi energi nasional,” tutup Kariyanto. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hantavirus Mulai Diwaspadai di Bekasi, Dinkes Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit
Diadora Perkuat Tren Sports Lifestyle Lewat Mono Store Pertama di Bekasi
Diadora Buka Mono Store Pertama di Indonesia di Bekasi, Bidik Pasar Greater Jakarta
Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026
Adira Finance Bagikan Dividen Rp772 Miliar dari Laba 2025
IEE Series 2026 Hadir di Surabaya, Perkuat Ekosistem Energi dan Manufaktur
Hyundai Luncurkan Kampanye “Next Starts Now” Bersama Son Heung-min Jelang FIFA World Cup 2026
PRS Terapkan Truk Listrik, Tekan Biaya BBM hingga 40% di Tengah Gejolak Pasokan Energi

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:47 WIB

Hantavirus Mulai Diwaspadai di Bekasi, Dinkes Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:16 WIB

Diadora Perkuat Tren Sports Lifestyle Lewat Mono Store Pertama di Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:13 WIB

Diadora Buka Mono Store Pertama di Indonesia di Bekasi, Bidik Pasar Greater Jakarta

Minggu, 12 April 2026 - 18:52 WIB

Tropicana Slim Ajak Masyarakat Kejar Remisi Diabetes Lewat Beat Diabetes 2026

Selasa, 7 April 2026 - 10:10 WIB

Adira Finance Bagikan Dividen Rp772 Miliar dari Laba 2025

Berita Terbaru