Ribuan Hektare Sawah di Kuningan Terancam Puso

- Redaksi

Rabu, 26 Juni 2019 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Kuningan – Akibat musim kemarau berkepanjangan, sekitar 2.404 hektare (ha) sawah di Kabupaten Kuningan terancam puso atau gagal panen. Jumlah ini berpotensi bertambah, jika hujan tak mengguyur wilayah Kabupaten Kuningan.

Ribuan hektare sawah petani yang terancam puso tersebar di 16 kecamatan, paling dominan berada di Kuningan bagian utara dan timur. Hampir 90% sawah yang terancam gagal panen merupakan sawah tadah hujan, sekaligus jauh dari sumber mata air.

Misalnya, di Kecamatan Maleber, ada sekitar 408 ha sawah kondisi tanahnya mengering dengan kategori ringan. Sementara kecamatan lain seperti Ciawigebang, kekeringan terjadi di 168 ha sawah kategori ringan, 129 ha sawah kategori sedang, dan 271 ha sawah kategori berat.

Kekeringan sawah kategori berat lainnya terjadi di Kecamatan Japara sebanyak 8 ha, Kecamatan Hantara mencapai 12 ha, dan Kecamatan Cigandamekar hanya 5 ha.

Plt Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kuningan, Sohibul mengatakan, ribuan hektare sawah petani terdampak kekeringan yang berpotensi gagal panen merupakan sawah tadah hujan. Kekeringan itu tersebar di hampir 16 kecamatan, paling banyak di wilayah timur dan utara Kabupaten Kuningan.

“Kalau umur tanaman padinya masih dibawah 60 hari, ada kemungkinan puso. Tapi mudah-mudahan bisa turun hujan lah, kita hanya bisa berdoa, tapi ada informasi katanya Ciamis sudah turun hujan, mudah-mudahan disini juga segera turun hujan,” ungkapnya, Selasa (25/6/2019).

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Puskesmas Cikarang Resmi Beroperasi

Akibat kekeringan yag terjadi, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya misalnya pemanfaatan pompa air dari sumber-sumber air seperti embung, sumur dalam, sumur dangkal, dan sungai-sungai.

“Tapi itu dilakukan terhadap lokasi sawah yang ada sumber airnya. Jika ada airnya tapi kecil, kita himbau kepada petani agar dimanfaatkan secara bergilir,” katanya.

Terpisah, salah seorang petani asal Cigandamekar, Mulya (58) menuturkan, kondisi kekeringan di Desa Jambugeulis Kecamatan Cigandamekar sudah berlangsung sejak 1,5 bulan terakhir. Dua aliran sungai yang melintasi areal persawahan di desa, sudah mengering sehingga berdampak pada kelangsungan pertanian.

Baca Juga :  Kemarau Berkepanjangan, Kampung Cihoe Kecamatan Cibarusah Terpaksa Cuci Pakain Dengan Air Kali !

“Kalau untuk menyedot air menggunakan pompa tidak mungkin, karena aliran sungai sudah kering. Akibatnya, seluruh lahan pertanian di desa kami kini mengalami kekeringan,” terangnya.

Ia mengaku, para petani di Desa Jambugeulis tahun ini mengalami kerugian dua kali. Pada musim penghujan para petani nyaris mengalami gagal panen, akibat curah hujan tinggi hingga merontokkan bulir padi. 

(dri/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata
Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi
Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN
Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall
MBZ Naik 76%
Mudik Gratis Bekasi Diserbu Warga! 1.458 Orang Berangkat Pakai 27 Bus ke Solo hingga Surabaya
Tri Adhianto Minta Dedi Mulyadi Percepat Pemisahan Aset Kota dan Kabupaten Bekasi
HUT ke-29 Kota Bekasi, Tri Adhianto dan Harris Bobihoe Hormati Jasa Pahlawan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 10:40 WIB

PHD Bekasi Dorong Pelayanan Jemaah Haji Mandiri Lebih Optimal dan Merata

Senin, 6 April 2026 - 17:05 WIB

Plt Bupati Bekasi Ajak Mahasiswa Kolaborasi Bangun Daerah, DPRD Siap Kawal Aspirasi

Senin, 6 April 2026 - 10:10 WIB

Pemkab Bekasi Terapkan WFH 50% untuk ASN

Kamis, 2 April 2026 - 11:16 WIB

Wawalkot Bekasi Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging di Summarecon Mall

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:20 WIB

MBZ Naik 76%

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !