Ganggu Kenyamanan, TPSS Pasar Losari Kidul Akan Dipindah

  • Whatsapp

RJN, Cirebon – Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di Pasar Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon yang lokasinya berada di Jalur Pantura diminta untuk dipindahkan.

Pasalnya, banyak warga luar termasuk dari daerah Brebes Jawa Tengah yang membuang sampah di TPSS tersebut. Akibatnya, sampah cepat menumpuk dan tak terkendali.

Hal tersebut dikatakan Kabid Kebersihan dan Pertamanan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Fitroh Suharyono saat melakukan pemantauan pengangkutan sampah di lokasi tersebut, Rabu (17/6).

“Saat ini DLH Kabupaten Cirebon sedang gencar-gencarnya menyisir keberadaan TPSS, terutama yang berada di jalan utama dan jalan protokol,” katanya.

Menurutnya DLH, membutuhkan kerjasama dengan semua elemen, baik unsur Pemdes setempat, kepemudaan, penggiat lingkungan dan lainnya. Agar keberadaan TPS liar yang bertebaran dimana-mana sedikit demi sedikit bisa terurai dan tertangani.

“Jika hanya mengandalkan DLH maka besok lusa akan terjadi penumpukan sampah kembali sehingga perlu dijaga agar sampahnya terkendali,” ucapnya.

Pihaknya terus berkomitmen akan terus menyisir keberadaan sampah-sampah di TPS-TPS liar, sekalugus ditertibkan agar tidak mengganggu para pengguna jalan yang melintas.

” Sedikitnya 100 ton sampah tiap hari diangkut oleh DLH, sampah sampah itu dari berbagai wilayah dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPS) Gunung Santri, termasuk yang kita ambil dari TPS liar,”ungkapnya.

Ditambahkannya, DLH mentargetkan ditahun 2021 persoalan sampah yang berada di TPS liar di sekitar jalan utama dan jalan protokol bisa selesai, dan di tahun 2024 keberadaan TPS liar di seluruh jal-jalan yang ada di Kabupaten Cirebon juga bisa selesai.

“Untuk mencapai target tersebut, sambung dia, maka pihaknya mendorong kepada para Kuwu agar tiap desa memiliki tempat pengelolaan sampah masing-masing, dan DLH siap menjemput untuk mengangkutnya,” harapnya.

Sementara Kuwu Desa Losari Kidul, Ghofar Ismail, mengucapkan terima kasihnya dan mengapresiasi kepada DLH yang telah berupaya membantu persoalan sampah yang sudah tidak terpampung di TPSS hingga berserakan ke jalan raya.

“ Keberadaan TPS sementara yang disediakan Pasar Desa Losari Kidul kebetulan berada di pinggir Jalan Pantura, dan asumsi masyarakat lokasi tersebut adalah TPS umum,” jelasnya.

Akibatnya, bukan hanya sampah dari para pedagang pasar saja, namun banyak masyarakat diluar pasar, bahkan masyarakat dari Brebebs yang membuang sampah di lokasi tersebut.

“Kedepan akan kami tata kembali dan akan dijaga agar jangan sampai sampah menumpuk melebihi kapasitasnya, rencana akan dipindah tempatnya namun untuk kurun waktu 2-3 bulan masih sementara disini, tetapi akan dikelola dan di jaga agar terkendali, “ungkapnya.

(wii/rjn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *