Driver Grab Keluhkan Perubahan Skema Insentive

- Redaksi

Senin, 22 Januari 2018 - 15:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Berubahnya skema pendapatan insentive oleh management Grab Indonesia yang dimulai hari ini, Senin (22/1), mendapat banyak keluhan dari driver Grab, khususnya Kota Cirebon.

Berdasarkan penuturan Ketua Grab Cirebon Raya (GCR) Royan Sulaiman, mengaku sangat keberatan dengan sistem yang sekarang. Menurutnya, penumpang di Cirebon belum sebanyak di kota-kota lain seperti Jakarta dan Bandung.

Baca Juga :  Minta Usut Tuntas Dugaan Kasus Korupsi  Dana Hibah KONI Massa Aksi tertahan di Pintu Gerbang Pemkab Bekasi

“Kita dapat 10 penumpang saja jarang mencapai target, apalagi sekarang 12 penumpang,” jelasnya saat ditemui awak media di basecamp GCR di bilangan Jl. Suasana Budaya Kota Cirebon, Senin (22/1).

Royan melanjutkan, Cirebon sendiri memang masuk ke dalam wilayah regional Bandung secara administratif area. Jadi, apapun kebijakan regional yang berlaku di Bawah, otomatis akan berlaku juga di Cirebon.

“Saya dan teman-teman pun kadang dilema. Mau gak mau harus ngikutin apapun yang diterap kan oleh Grab. Ditambah setiap hari semakin banyak drivernya karena terus dibukanya pendaftaran driver, entah dibatasi atau tidak kuotanya,” tuturnya.

Baca Juga :  Ini Dia, Komentar Bamunas Terkait Angkutan Online....Cirebon

Royan berharap, operator Grab lebih bijak lagi dalam menerapkan skema insentif. Karena, sebagian besar driver banyak yang mengejar insentive, kemudian terkena suspend.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
FOX Lite Hotel Cikarang Hadirkan Nasi Bakaran, Harga Mulai Rp35 Ribu
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
DLH Kota Bekasi Awasi Pengelolaan Air Limbah Restoran, Ambil Sampel di Kali Abang 2
18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Rabu, 30 September 2026 - 19:59 WIB

Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WIB

FOX Lite Hotel Cikarang Hadirkan Nasi Bakaran, Harga Mulai Rp35 Ribu

Berita Terbaru