DPR RI Komisi X Giat Kungker ke SMKN 1 dan SMAN 1 Kota Bekasi

  • Whatsapp

RJN, Bekasi – Dalam rangka pengawasan bidang pendidikan dan Kebudayaan pada masa persidangan III Tahun sidang 2018-2019

Kunjungan pertama dilakukan di SMKN 1 di Jalan Bintara 8 No.2, Kota Bks, Jawa Barat pada hari Selasa (22/1) dan langsung disambut oleh Kepala Sekolah, Sugiyono dan Wakil Kepala Sekolah, Mulyadi beserta jajarannya.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Komisi X dan Ketua Rombongan DPR RI, Dr. Ir. Hetifah, MPP menjelaskan bahwa tujuan kedatangannya ke Kota Bekasi yaitu sebagai fungsi DPR dalam melakukan pengawasan terkait Kemajuan di bidang pendidikan dan kebudayaan

Menurut Hetifah , Kota Bekasi yang menjadi tetangga Ibu Kota telah berhasil mengambil perhatian kami dari DPR RI terutama dengan banyaknya penghargaan yang telah di raih di bidang pendidikan dan kebudayaan.

” Setelah melihat realita di lapangan , saya senang sekali telah berkunjung di Kota Bekasi , karena wilayah di Indonesia sangatlah luas , akan tetapi jangan sampai tetangga kita luput dari perhatian, contohnya SMK 1 ini yang menjadi pilihan untuk bersekolah bagi masyarakat Kota Bekasi” jelasnya

” Kami juga ingin mendengar masukan / keluhan terhadap pelaksanaan PPDB Online 2018 kemarin agar kedepannya lebih lancar dan baik serta Kiat-kiat untuk SMK lain agar menjadi Pilihan no. 1 untuk bersekolah” terangnya

Salah satu anggota DPR RI, H. Muhammad Suryo Alam, AK. MBA menambahkan apakah ada keluhan dari perwakilan sekolah supaya tidak terulang kembali persoalan yang lalu. ” karena belum lama ini SMK dan SMAN sudah setahun pindahnya kewenangan dari Kota Ke Provinsi ” pungkasnya.

Kepala Sekolah SMKN 1, Sugiyono menjawab tidak ada permasalahan terhadap PPDB Online karena sudah terbiasa sebelumnya

” Untuk sekedar informasi bahwa PPDB online provinsi sebenarnya mengadopsi PPDB Kota Bekasi sehingga SMK Negeri 1 sudah terbiasa dengan sistemnya” ujarnya.

Selanjutnya , beliau menjelaskan sejarah sekolah, serta beberapa kriteria yang dikeluarkan sekolah untuk penerimaan siswa.

” Sekolah SMKN 1 Berdiri sejak tahun 1987, awalnya hanya mesin dan otomotif hingga menjadi sekarang ini, sewaktu pelaksanaan PPDB kemarin, ada beberapa kriteria seperti memprioritaskan zonasi dan Afirmasi yg ditentukan oleh SKTM ( Surat Keterangan Tidak Mampu).

Sugiyono menambahkan Banyaknya Pendaftar membuat Sekolah SMKN 1 harus menyortir kembali penerimaan yaitu dengan me-ranking siswa dengan kebutuhan sekolah melalui jalur Prestasi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan berkeliling di bengkel mobil SMKN 1 dan berpindah ke SMAN 1.(ziz/rjn)

Pos terkait

Comment