Petani Sawah Keluhkan Hasil Panen yang Menurun

by Oktober 12, 2017
Cirebon Lainnya 0   26 views 0
Advertisement

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Dengan harga gabah kering Rp 580.000/Kwintal, membuat kalangan petani pangan dan komoditas agrobisnis berharap pemerintah responsif terhadap nasib petani saat harga panen jatuh.

Mereka juga berharap pemerintah diminta tidak hanya bereaksi ketika terjadi lonjakan harga pangan saja, tetapi juga berempati saat petani terancam bangkrut akibat harga panen jatuh. Komitmen pemerintah pusat dan daerah ditagih untuk membeli hasil panen mereka sesuai dengan harga acuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Saat ditemui di areal sawah Desa Cipejeuh Kulon, Warna, seorang petani setempat mengeluhkan hasil panen yang menurun drastis. Dari lahan sawah seluas 1 Hektar, hanya mendapatkan 4 Kwintal saja. Padahal jika sedang bagus bisa mencapai 2 Ton tiap kali panen karena lahan sawah yang digarap bisa 3 kali tanam.

Advertisement

“Nasib petani penggarap untuk sewa lahan sawah sudah mahal. Saya harus mengeluarkan uang 10 juta untuk sewa selama 3 tahun dengan luas lahan sawah 4500 meter (red. 300 bata dalam bahasa Sunda) milik Haji Nur. Sedangkan sewa untuk luas yang sama milik Haji Mudali dibayar oleh Gabah 7 Kwintal pertahun, padahal hasil panen hanya mendapat 4 Kwintal saja,” ungkapnya hari Kamis (12/10).

Dia menambahkan, dalam setahun selalu ada saja gagal panen dan selama ini tidak ada penyuluhan dari Dinas pertanian terjun ke para Petani penggarap, saya tidak ikut asuransi pertanian karena setiap panen diharuskan membayar Rp 60 ribu.

“Kami petani kecil berharap ada perhatian yang lebih dari Dinas Pertanian karena petani penggarap tidak punya lahan sendiri. Jika gagal panen Keluarga makan apa,” keluhnya.(Juf/RJN)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *