Ngarak Barong, Tradisi Tahunan Masyarakat Betawi

by Agustus 5, 2017
Aspirasi Bekasi Komunitas 0   135 views 0
Advertisement

Abang Mpok Kota Bekasi ikut senang merayakan Lebaran Betawi Pondok Melati

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Lebaran Betawi di Kecamatan Pondok Melati merupakan kegiatan tahunan, perayaan Lebaran Masyarakat Bekasi yang memasuki tahun ke dua. Lebaran Kali ini mengangkat Tema NGARAK BARONG, lokasi Yayasan Yasfi Jl. Raya Kampung Sawah RT06/RW02 Kelurahan Jatimakmur Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Sabtu (05/08/2017).

Ngarak Barong adalah kegiatan parade masyarakat yang dilakukan setelah lebaran hari pertama maupun hari kedua, biasanya dilakukan di minggu pertama dan seterusnya, dengan tujuan menjalin silaturahmi kepada sanak saudara.

Dalam pantauan RakyatJabarNews.com, Camat Pondok Melati, Ika Indah Yarti dalam sambutannya mengatakan, pagelaran budaya semacam ini penting dan sangat bermanfaat lingkungan masyarakat kota bekasi itu sendiri.

“Acara ini sangat bagus, selain karena sejalan dengan program Pemerintah yang terus berusaha melestarikan budaya, acara ini juga bisa bikin orang mengenal kembali budayanya, di tengah mulai terkikisnya kebudayaan kita, khususnya di kalangan pemuda,” ungkap Ika kepada RakyatJabarNews.com.

Advertisement

Camat Pondok Melati, Ika Indah Yarti (tengah) berfoto bersama para budayawan Betawi

Ika menilai budaya memiliki peranan yang amat penting bagi terciptanya perdamaian antar warga, rasa persaudaraan, sikap saling gotong royong, dan terjalinnya silaturahmi. “Nilai-nilai yang diajarkan didalam budaya harus diaplikasikan dalam tindakan nyata. Khusus untuk warga Kekasi asli, betawi asli, perlu menunjukkan sikap-sikap budaya itu, agar tidak tergerus oleh para pendatang,” sambungnya.

Pada kesempatan ini rombongan Ngarak Barong dimulai dari Lapangan perumahan Puri Gading menuju panggung Utama di yayasan Yasfi. Rombongan Karnaval diatur berdasarkan kelompok Ormas, Perkumpulan dan Perwakilan dari setiap Kelurahan.

Dalam prosesi Ngarak Barong, ada sepasang Muda-Mudi yang berhias pakaian adat Betawi diiringi oleh pasukan Jawara, diantaranya membawa Cepu sebagai wadah untuk menampung Kue-Kue maupun buah-buahan dan makanan ringan dari Masyarakat sebagai tanda syukur atas karunia Tuhan, bahwa tahun ini sudah diberi kesempatan untuk lebaran.

Dalam rombongan tersebut turut pula sepasang Barong, yang dirias memakai kedok atau topeng dengan karakter wajah seram menakutkan, sebagai perwujudan mahluk astral yang fungsinya sebagai pengawal dan penolak bala gangguan maupun kejahatan atas berjalannya prosesi tersebut.

Ketika rombongan Ngarak Barong sampai di lokasi Utama, langsung disambut dengan Palang Pintu yang sudah menjadi adat istiadat atau tradisi Warga Betawi. (ziz/rjn)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *