Meikarta Lippo Cikarang Melanggar Aturan!

by Mei 24, 2017
Cikarang Pemerintahan 8   313 views 0
Advertisement

RakyatJabarNews.com – Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bekasi, Carwinda membenarkan kawasan Meikarta belum memenuhi perizinan. Mereka baru mengantongi izin lokasi dan mengurus izin pemanfaatan dan penggunaan tanah (IPPT).

Advertisement

“Jadi izinnya memang masih proses IPPT, sejauh ini mereka baru punya izin lokasi, itu pun izin pemukiman karena tanahnya kan sudah milik Lippo, bukan warga atau pemda. Tapi sebenarnya kalau tata ruangnya sudah diperuntukkan bagi industri dan pemukiman. Cuma izinnya belum,” kata dia, Selasa (23/5/2017).

Menurut Carwinda, setelah IPPT selesai, ada beberapa perizinan lainnya yang harus ditempuh hingga nantinya mendapat izin mendirikan bangunan. Carwinda membenarkan jika Meikarta belum memiliki IMB namun sudah mulai membangun fondasi. Ditinjau dari perizinan, pembangunan tersebut tidak diperkenankan.

“Tahapannya itu IPPT kemudian nanti ada site plan yang nanti diperiksa oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi hingga nantinya IMB. Kalau dari perizinan, tidak diperbolehkan membangun dulu sampai izin keluar. Ini sudah saya sampaikan ke Lippo jangan melakukan aktivitas pembangunan. Karena ini bukan kawasan yang boleh membangun saat izin masih proses,” kata dia.

Lebih lanjut, Carwinda menjelaskan, proses perizinan ini dikoordinasikan antara Pemkab Bekasi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sedangkan terkait penjualan sebelum izin selesai, kata Carwinda, hal tersebut dikembalikan pada pemesan.

“Jadi proses perizinan itu Bupati dan koordinasi dengan Pemprov Jabar. Sedangkan kalau mereka menjual lebih dulu, itu dikembalikan pada pemesan apakah itu ada izinnya atau tidak. Sedangkan izin masih dalam proses,” kata dia Dul/RJN)

Advertisement

8 Comments

ahmad bedul

loh kemarin kan pak deddy mizwar udah ketemu pihak meikarta, rame kok berita nya di online..di situ dijelaskan kalau pak deddy hanya ingin pihak meikarta lebih mnjga komunikasi lagi dengan pihak pemprov jabar..dan mslah nya udah clear, kok ini bisa2 nya ngaur lagi berita nya

Reply
andre

inilh ribet nya birokrasi di negeri ini, sudah untung ada investor swasta yang mau membangun daerah yang ga pernah di pandang sama pemda…nah giliran udah ada yang lirik (swasta), di ributin izin lah, melanggar aturan lah….pada cari muka semua pejabat daerah nya, mirisssss

Reply
winda

Kalau suatu daerah rakyatnya ingin maju harusnya perijinan untuk membangun suatu daerah yang akan dilakukan investor di permudah, apalagi investornya anak bangsa sendiri. Yang penting pemprov Jabar mendukung proyek ini

Reply
sintya

Sudahlah gak usah di permasalahkan lagi, toh pemprov jabar sudah mendukung proyek meikarta dan lippo siap untuk berkoordinasi, semua tidak ada masalah, tinggal beli aja unitnya…mantap.

Reply
Joey

Kalau bisa dipermudah ngapain dipersulit ommm, pemerintah susah payah cari investor ke luar negeri, ini ada warga yg mau membangun Indonesia malah seperti jadi sulit, harusnya justru saling mendukung supaya program pemerintah khususnya pengadaan rumah bagi warga dapat terpenuhi

Reply
Agus Supardi

http://m.ayobandung.com/read/20170526/68/20000/ sebetulnya pemprov Jabar mendukung sepenuhnya. sebetulnya kami pembeli dimeikarta dibuat ragu oleh pemberitaan2 yang tidak valid seperti ini. nyari berita jangan cuma copy paste comot sini comot sana, nyari uang pulsa atau apalah. jadilah media yang bijaksana dan akurat dalam pemberitaan serta kredibilitasnya bisa dipercaya rakyat sebagai pembaca.

Reply
Agus Supardi

Sebetulnya pemprov Jabar mendukung sepenuhnya. sebetulnya kami pembeli dimeikarta dibuat ragu oleh pemberitaan2 yang tidak valid seperti ini. nyari berita jangan cuma copy paste comot sini comot sana, nyari uang pulsa atau apalah. jadilah media yang bijaksana dan akurat dalam pemberitaan serta kredibilitasnya bisa dipercaya rakyat sebagai pembaca. ini ulasannya: http://ow.ly/9kY930c7f4k

Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *