Jukian Salim: Meikarta Adalah Produk Asli Lippo

by September 9, 2017
Bisnis Nasional Pemerintahan 0   71 views 0
Advertisement

RakyatJabarNews.com – Direktur PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), Jukian Salim menjelaskan Meikarta itu produk asli LPCK yang secara sah mendapat otoritas mengelola kawasan industri, pemukiman dan komersial di Cikarang, Kabupaten Bekasi, sejak 1984.

Hal tersebut diungkapkan dalam sebuah pertemuan antara Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dengan pihak PT Lippo Cikarang selaku pengembang Kota Meikarta, Jumat (8/9/17), di Lantai 7 Gedung ORI, Kuningan, Jakarta Selatan, yang berlangsung terbuka, serta dihadiri puluhan jurnalis berbagai media.

Ditegaskannya juga, melalui Meikarta, Lippo dengan hati tulus ingin berbagi dengan masyarakat, yakni membangun hunian layak yang terjangkau. Dimana harganya hanya Rp 127 juta per unit, bisa dicicil 20 tahun. Dan ini terutama penting bagi para pekerja di sekitar 4000 pabrik multi nasional di Cikarang, yang punya pekerjaan tetap serta gaji, tapi belum punya rumah sama sekali.

“Dan ingat, Meikarta itu sesungguhnya produk asli Lippo Cikarang, atau bisa dibilang ‘re-branding’ sebagaimana beberapa produk yang sudah lebih dulu eksis, seperti Orange County. Dan kami memulainya dengan mengembangkan kawasan industri, pemukiman serta komersial pada 1984 lalu,” bebernya lagi.

Artinya, timpal Eddy Tri dari Divisi Legal dan Development Lippo Cikarang, Meikarta itu bukan proyek dadakan. “Perizinannya pun diikuti sesuai ketentuan prrundang-undangan yang berlaku, termasuk proses pembebasan dan penguasaan atas lahan yang sudah kami miliki sejak 1984 dan 1987,” tegasnya.

Advertisement

Terungkap juga, pengembangan kawasan Lippo Cikarang, baik itu tetitori industri, pemukiman dan komersiak trrmaduk Orange County, lalu Meikarta tidak dengan melakukan penggusuran lahan atau sawah milik siapa pun.

“Semuanya ada 3.443 Ha, dan telah berhasil dibuka 3.225 Ha. Dan sebanyak 2.778 Ha sudah dikembangkan sebagai kawasan indystri, pemukiman dan komersial. Lalu ada 200 Ha yang masih dimohonkan. Itu faktanya, dan semuanya ada kelengkapan izjnnya, termasuk beberapa di antaranya sedang berproses, khusus untuk kawasan tetentu, karena bakal dibangun ‘tower’ hunian, rumahsakit, universitas, gedung opera, dan seterusnya,” tutur Eddy.

Bahkan di kawasan yang dulunya tandus itu, kinu sedang dibangun taman kota seluas 100 Ha (lebih besar dari Kebun Raya Bogor, lengkap dengan ratusan pohon khas dari seluruh Nusantara, plus danau untuk serapan air serta arena wisata, Red).

Ombudsman Alamsyah Siregar dan Justus M pun mengapresiasi buka-bukaan yang dilakukan oleh Lippo Cikarang, selanjutnya berharap, agar semua pihak bisa menahan diri, termasuk kalangan media seyogianya hindari info simpang siur serta kurang valid, karena dikhawatirkan membuat konsumen bingung.

Sementara itu, merespons pertanyaan Alamsyah dan Justus ihwal info telah terjadi transaksi padahal UU No 20 Tahun 2012 melarangnya sebelum seluruh proses perizinan beres, Direktur PR Lippo Group, Danang Kemayan Jati menegaskan, belum ada aktivitas jual beli di sini.

“Yang ada ‘pre-selling’. Dan ada pun uang ‘booking fee’, itu ‘refunable’, bisa diambil lagi jika tidak jadi teruskan,” ujarnya lagi.

Alamsyah Siregar dan Justus M pun memahaminya sebagai suatu strategi marketing, sebagaimana pula dilakukan pengembang lain di Indonesia.(Ziz/RJN)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *