Galian C Makan Korban, 1 Tewas

by Mei 7, 2017
Kriminalitas Purwakarta 0   11 views 0

RakyatJabarNews.com – Kecelakaan longsor akibat galian C kembali terjadi di Desa Wanawali Kecamatan Cibatu pada Rabu sore (3/5), Yayan (37) pemilik galian meninggal dunia akibat tertimbun longsoran tanah saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Tragedi ini merupakan kali ketiga lokasi galian tersebut merenggut korban jiwa.

Advertisement

“Kami mendapat laporan adanya korban jiwa akibat longsoran galian C dan langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mendatangi rumah korban,” ungkap AKP H. Hikmat Wibawa, SH. MH. Kapolsek Cibatu kepada RakyatJabarNews.com, saat ditemui di kantornya, Kamis (4/5).

Menurutnya, kejadian ini menjadi perhatian bagi warga yang mengandalkan hidupnya dari galian pasir itu, tanpa adanya pengamanan dan tidak menghiraukan keamanan akhirnya galian manual itu berakibat fatal bagi penggali.

“Kami langsung melakukan cek TKP dan langsung menutup dengan memasang police Line untuk tidak melakukan aktivitas apapun apalagi di tempat ini sudah tiga korban jiwa akibat adanya galian ini,” jelasnya.

Akibat longsoran itu sendiri lanjutnya, bukan saja korban jiwa tapi ada dua kendaraan roda empat jenis L300 yang tertimbun longsoran tanah dan sudah dievakuasi.

“Saat itu juga korban langsung dimakamkan pihak keluarga di Desa Gurudug Kecamatan Pondok salam dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi karena sudah menerima dengan ikhlas kejadian ini sebagai musibah,” tegasnya.

Untuk selanjutnya, pihak kepolisian bersama Kecamatan, Pol PP, dan Pemerintah desa Wanawali akan memantau dengan tegas jika aktivitas galian kembali beroperasi guna menjaga hal yang tidak diinginkan kembali terulang.

“Kami bersama Muspika akan memantau aktivitas warga yang memiliki galian C dan akan menindak tegas siapa saja yang melakukan aktivitas galian C di wilayah Kecamatan Cibatu khususnya di Desa Wanawali, sebab selama ini keberadaan galian C itu selain merusak lingkungan juga pihak pemilik galian tidak memperhatikan keselamatan dan keamanan pekerja, sehingga mengakibatkan korban jiwa akibat longsoran tanah hasil galian tersebut,” imbuhnya.

Dengan kejadian ini, lanjutnya, menjadi pelajaran bagi warga untuk tidak melakukan aktivitas galian sebab selama ini selalu merugikan baik lingkungan maupun jiwa pekerja.

“Dengan adanya larangan sendiri berarti diprediksi akan berakibat seperti ini sehingga kedepan kita akan terus pantau bersama-sama untuk menjaga lingkungan demi masa depan,” tutupnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, di Desa Wanawali terdapat banyak galian manual namun mereka tetap tidak mengindahkan larangan yang diberikan bahkan pihak pemerintahan desa sendiri sudah bosan memberi peringatan dan larangan.

Hingga berita ini diterbitkan belum diperoleh keterangan dari pihak pemerintah desa setempat. (Juf/RJN)

Tags:

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *