Akibat Kesetrum, Kedua Tangan Rasta Mesti Diamputasi

by Oktober 8, 2017
Cirebon Inspirasi 0   93 views 0
Advertisement

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Rasta (45), pria kelahiran Desa Beringin Kecamatan Pangenan yang kini menjadi warga Blok F Desa Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon ini mengalami kecelakaan kerja, yakni kesetrum aliran listrik bertegangan tinggi pada saat sedang kerja sebagai kuli bangunan ketika membangun rumah di Kota Tangerang pada tahun 2005. Akibatnya, kedua tangannya mesti diamputasi dan sempat mengalami Koma selama 16 hari di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Saat ditemui di daerah tempat tinggalnya, Rasta menceritakan semenjak terkena musibah tersengat listrik 11 tahun yang lalu, kehidupannya berubah sangat drastis. Kedua tangannya yang diamputasi otomatis tidak lagi bisa bekerja sebagai kuli bangunan. Saya, untuk menghidupi istri dan ketiga anaknya, sekarang dia menekuni pekerjaan sebagai penjual jasa servis kulkas, mesin pompa air, dan kadang pesawat televisi.

“Alhamdulillah masih diberikan kesempatan menjalani kehidupan walau tanpa tangan yang normal lagi. Saya tetap bersyukur sekarang masih bisa menafkahi Keluarga dari hasil menjual jasa servis peralatan elektronik seperti TV, mesin cuci, kulkas, dan mesin pompa air dengan dibantu asisten dan hasilnya kita bagi dua dengan asisten,” ungkapnya saat ditemui awak media hari Minggu (8/10).

Advertisement

Dia menambahkan, untuk mencari pelanggan dirinya berkeliling dari desa ke desa di sekitar wilayah Kecamatan Lemahabang, Karangsembung dan Pangenan dengan menunggangi sepeda motor bebek Honda Astrea hasil rombakan yang disesuaikan dengan kondisi kedua tangannya yang diamputasi.

“Saya keliling ditemani kendaraan yang sudah dimodifikasi mencari konsumen dan jual beli kulkas, TV, dan lainnya di tiga Wilayah saja, karena keterbatasan kendaraan tidak mampu jauh,” jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa pihak Dinas Sosial Kabupaten Cirebon pun pernah membantu sekali. Bahkan pihak desa juga pernah memberikan pinjaman modal melalui koperasi dan dicicil pembayarannya untuk modal usaha.

“Awalnya ada bantuan dari Dinas Sosial dan pinjaman 4 Juta dari Koperasi Desa buat modal usaha yang dikembalikan melalui cicilan. Dan Alhamdulillah usaha berjalan walau tidak menentu penghasilan dari hasil jasa servis dan jual beli bisa menafkahi keluarga,” tuturnya.(Juf/RJN)

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *